RADARCIREBON.ID –Penanganan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menunjukkan perkembangan, meski dampaknya masih menyisakan beban kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang luas. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan jumlah pengungsi yang sebelumnya sempat menembus lebih dari dua juta orang kini turun drastis menjadi sekitar 13 ribu jiwa. Data itu disampaikan Tito saat rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Tito menjelaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pembaruan data korban dan kebutuhan lapangan, seiring berjalannya proses pemulihan. Ia menyampaikan bahwa jumlah pengungsi yang tersisa saat ini berada di angka sekitar 12,9 ribu orang. Angka itu, kata Tito, jauh berkurang dibanding kondisi awal bencana ketika evakuasi massal dilakukan di berbagai provinsi terdampak.
“Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994,” ujar Tito.
Baca Juga:Haji 2026: Indonesia Perketat Skrining Kesehatan dan Terapkan Murur–Tanazul untuk Lindungi Jamaah RentanChinese New Year Dinner, Penuh Kehangatan dan Banjir Hadiah
Tito juga memaparkan perkembangan penanganan di Sumatera Barat. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi pengungsi di provinsi tersebut. Pengungsi yang sebelumnya tercatat 16.164 orang telah kembali ke rumah atau menempati skema hunian sementara sesuai tingkat kerusakan tempat tinggal mereka. Ia menyebut pemerintah menyalurkan bantuan stimulan bagi rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, sementara warga dengan rumah rusak berat atau hilang masih tinggal di hunian sementara (huntara) atau memperoleh bantuan dana tunggu hunian.
Tito menyampaikan bahwa dampak bencana di Sumatera Barat cukup luas. Dari total 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terdampak, meliputi 125 kecamatan dan 568 desa. Selain kerusakan rumah warga, terdapat pula kerusakan pada berbagai fasilitas umum.
“Juga ada kerusakan-kerusakan baik rumah maupun fasdik, faskes, jembatan, rumah ibadah, jalan, sebagaimana dalam data,” ucapnya.
Dalam laporan yang sama, Tito menyebut di Sumatera Barat tercatat 267 orang meninggal dunia serta 70 orang dilaporkan hilang.
Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, Tito menyatakan banjir bandang mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. Ia melaporkan total 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang dinyatakan hilang. Dari sisi sebaran wilayah, bencana ini disebut berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa.
