Mendagri: Pengungsi Banjir di Sumatera Tersisa Sekitar 13 Ribu Orang

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
JELAS: Rapat dengan DPR RI, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian paparkan dampak banjir Sumatera dan kondisi pengungsi terkini. Foto: Ist
0 Komentar

Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman, tetapi juga fasilitas layanan dasar seperti sekolah dan fasilitas kesehatan, serta infrastruktur penghubung termasuk jembatan dan jalan yang menopang mobilitas logistik.

Untuk Sumatera Utara, Tito melaporkan jumlah pengungsi juga menurun tajam. Dari semula 53.523 orang, kini tersisa 850 pengungsi dan disebut terkonsentrasi di satu lokasi, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tito menambahkan, di provinsi tersebut terdapat kerusakan rumah dalam jumlah besar—lebih dari 30 ribu unit—dengan klasifikasi kerusakan ringan, sedang, dan berat sebagaimana pendataan pemerintah. Ia juga menyebut angka korban di Sumatera Utara mencapai 376 orang meninggal dunia dan 40 orang hilang. Bencana di provinsi ini dilaporkan berdampak pada 18 kabupaten/kota, 163 kecamatan, dan 897 desa, serta merusak fasilitas kesehatan, pendidikan, dan rumah ibadah.

Baca Juga:Haji 2026: Indonesia Perketat Skrining Kesehatan dan Terapkan Murur–Tanazul untuk Lindungi Jamaah RentanChinese New Year Dinner, Penuh Kehangatan dan Banjir Hadiah

Sementara di Aceh, Tito mengatakan jumlah pengungsi masih paling besar dibanding provinsi lain yang dilaporkan dalam rapat tersebut. Hingga saat ini tercatat 12.144 orang masih mengungsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Aceh Utara. Dsw

Pemerintah, kata Tito, terus memantau kebutuhan pengungsian serta percepatan pemulihan agar warga dapat kembali dengan aman, terutama di wilayah yang infrastruktur dan layanan dasarnya terdampak berat. (dsw)

0 Komentar