Meski sempat hujan di pagi hari, ia tetap bersikeras menunggu agar bisa melakukan klaim tabungan. Ia berharap proses klaim bisa cepat dilakukan.
Sementara itu, pantauan di lapangan, situasi di halaman bank menggambarkan kondisi psikologis nasabah. Tidak ada keributan atau protes keras, tetapi kelelahan terlihat jelas. Sebagian duduk diam menatap pintu, sebagian memeriksa ponsel berulang kali, berharap ada pengumuman baru.
Beberapa orang memilih bertahan sejak pagi karena khawatir jika pulang mereka akan kehilangan kesempatan ketika layanan tiba-tiba dibuka. Kekhawatiran itu membuat banyak nasabah tetap menunggu meski belum ada kepastian.
Baca Juga:Tahun Baru Imlek Berlangsung Aman dan DamaiKerusakan Jalan di Kota Cirebon Cuma Ditambal, Walikota Sebut Juni Baru Aspal Permanen
Kondisi tersebut menunjukkan persoalan utama bukan hanya antrean fisik, melainkan antrean informasi. Nasabah tidak sekadar menunggu giliran, tetapi menunggu kejelasan jadwal, mekanisme, dan lokasi pencairan. Tanpa itu, mereka merasa harus terus datang untuk berjaga-jaga.
Pihak bank sendiri mengakui penjadwalan sebenarnya sudah diusulkan sejak awal sosialisasi. Namun keputusan akhir berada pada otoritas penjamin simpanan sehingga bank hanya bisa menunggu arahan resmi sebelum membuka layanan kembali.
Lonjakan kedatangan juga dipicu penyebaran informasi melalui grup pesan instan dan komunitas sekolah. Dalam situasi minim kepastian, kabar tidak resmi mudah dipercaya dan mendorong orang datang bersamaan.
Akibatnya, halaman bank menjadi titik kumpul ratusan nasabah sejak dini hari. Mereka datang dari berbagai wilayah, sebagian menempuh perjalanan jauh. Ada yang harus meninggalkan pekerjaan rumah, ada yang membawa anak karena tidak punya tempat menitipkan.
Kondisi itu semakin terasa berat karena waktu tunggu tidak jelas. Jika jadwal pasti tersedia, nasabah dapat menyesuaikan kedatangan. Tanpa jadwal, mereka merasa harus datang lebih awal agar tidak tertinggal. Secara umum, situasi hari itu memperlihatkan benturan antara kebutuhan nasabah akan kepastian cepat dan keterbatasan sistem pelayanan. Bank harus mematuhi aturan operasional, sementara nasabah membutuhkan kepastian waktu.
Hingga siang hari, belum ada pengumuman resmi mengenai kapan layanan klaim akan dibuka kembali atau apakah akan dibagi ke cabang lain. Seluruh pihak masih menunggu koordinasi lanjutan. (ade/apr)
