KUNINGAN–Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius terasa kental di Masjid Syiarul Islam. Ratusan jamaah, tokoh agama, serta jajaran pejabat daerah memadati masjid kebanggaan warga tersebut dalam rangka mengikuti kegiatan Tarhib Ramadan yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan komitmen bersama dalam menyambut bulan penuh berkah dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan yang diperbarui.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) dan gerakan Salat Subuh Berjamaah yang diinisiasi DMI Kabupaten Kuningan. Menurutnya, dua gerakan tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif umat untuk memakmurkan masjid sekaligus memperkuat fondasi spiritual masyarakat.
Baca Juga:Pastikan Jemaat Tionghoa Beribadah Khusyuk pada Perayaan Imlek 2577, Polisi Sigap BerjagaJelang Ramadan 1447 H, Pemkab Kuningan Hentikan Sementara Car Free Day
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan H Deniawan, Kabag Kesra Setda Kabupaten Kuningan, Ketua MUI Kabupaten Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah, Ketua DMI Kabupaten Kuningan Dr KH Ugin Lugina MPd, para Ketua DKM, alim ulama, ustad, dan ustadzah se-Kabupaten Kuningan. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi kunci dalam menjaga arah pembangunan daerah tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa Tarhib Ramadan tidak boleh dimaknai sekadar agenda rutin. Ia menyebut Ramadan sebagai “madrasah kehidupan” yang mendidik umat agar lebih sabar, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Karena itu, persiapan menyambutnya tidak cukup hanya bersifat lahiriah.
“Menjelang Ramadan, kita tidak hanya membersihkan masjid, tetapi juga membersihkan hati dari prasangka, kesombongan, serta kelelahan iman yang mungkin selama ini mengendap,” ujarnya di hadapan jamaah.
Bupati mengaku bahagia melihat gerakan bersih-bersih masjid yang kini berkembang menjadi tren positif di berbagai pelosok Kabupaten Kuningan. Baginya, masjid yang bersih bukan hanya mencerminkan kerapihan fisik, tetapi juga menggambarkan kesadaran dan kepedulian jamaahnya. Kebersihan masjid menjadi simbol kesiapan spiritual umat dalam menyambut bulan suci.
