Selain itu, gerakan Salat Subuh Berjamaah juga mendapat perhatian khusus. Bupati bahkan berbagi pengalamannya mengikuti shalat subuh berjamaah di Mushola Al-Rahman Pendopo, meski jumlah jamaahnya masih terbatas. Ia menilai, konsistensi dalam berjamaah, sekecil apa pun jumlahnya, merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan moral masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan keistiqamahan para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi kepada masjid-masjid terbaik dalam pelaksanaan gerakan tersebut. Secara khusus, Bupati Dian menyatakan akan memberangkatkan pengurus DKM terbaik untuk menunaikan ibadah umrah setelah Idul Fitri mendatang.
“Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan dorongan agar semangat merawat masjid dan memperkuat kebersamaan terus tumbuh,” tegasnya.
Baca Juga:Pastikan Jemaat Tionghoa Beribadah Khusyuk pada Perayaan Imlek 2577, Polisi Sigap BerjagaJelang Ramadan 1447 H, Pemkab Kuningan Hentikan Sementara Car Free Day
Lebih jauh, bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari berdirinya infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, atau gedung megah. Pembangunan non-fisik berupa penguatan iman, takwa, dan akhlak masyarakat justru menjadi fondasi utama kemajuan Kabupaten Kuningan.
“Pembangunan hakikatnya menghadirkan kebahagiaan lahir dan batin. Pemerintah akan terus bersinergi dengan para ulama tanpa sekat. Kuningan tanpa bimbingan ulama akan membuat kita khawatir salah arah,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh elemen umat menjadikan momentum Tarhib Ramadan sebagai titik tolak pembaruan niat dan peningkatan kualitas ibadah. Ia berharap ukhuwah islamiyah, persaudaraan, serta toleransi antarwarga semakin kokoh, sehingga cita-cita membangun Kabupaten Kuningan yang religius dan sejahtera dapat terwujud bersama.
“Kebaikan yang mungkin tidak selalu terlihat, insya Allah akan dicatat oleh Allah SWT. Mari kita kuatkan kebersamaan untuk membangun Kuningan yang lebih baik,” pungkasnya. (ags)
