Tiang-tiang PJU di Tuparev Roboh Ditabrak, Pemda Belum Punya Anggaran untuk Perbaiki

Tiang-tiang PJU Roboh Ditabrak
ROBOH: Salah satu tiang PJU di Jalan Tuparev roboh karena ditabrak pengendara. Karena keterbatasan anggaran, pemda belum memperbaiki atau mengganti tiang baru. Foto: Deny Hamdani/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Tiang lampu itu roboh. Bukan karena lapuk, melainkan karena ditabrak. Pelakunya menghilang begitu saja. Pemerintah daerah (pemda) yang harus menanggung akibatnya. Harusnya diperbaiki. Tapi saat ini belum ada anggaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, mengatakan robohnya salah satu PJU PJU di Jalan Tuparev bukan disebabkan faktor kerusakan konstruksi. Tiang lampu tersebut ambruk setelah ditabrak kendaraan.

Menurut Hilman, insiden itu bukan kali pertama terjadi di ruas jalan tersebut. Sudah beberapa PJU ambruk akibat tertabrak kendaraan.

Baca Juga:Tahun Baru Imlek Berlangsung Aman dan DamaiKerusakan Jalan di Kota Cirebon Cuma Ditambal, Walikota Sebut Juni Baru Aspal Permanen

“Di Tuparev total ada dua PJU kecil dan satu PJU besar yang roboh karena tertabrak. Jadi bukan karena kualitas atau rusak sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Cirebon, Rabu (18/2/2026).

Kadishub Hilman menjelaskan, kecelakaan yang melibatkan fasilitas umum itu kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Diduga, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi kehilangan kendali. Tak hanya di Tuparev, kasus serupa juga terjadi di wilayah Trusmi. Pada tahun lalu, satu PJU di kawasan tersebut roboh akibat tertabrak kendaraan.

Lanjut Hilman, pihaknya kesulitan menindaklanjuti kejadian itu dari sisi pertanggungjawaban. Pasalnya, pengendara yang menabrak langsung melarikan diri. “Orangnya kabur, jadi kami tidak bisa meminta ganti rugi. Itu yang menjadi kendala karena sulit dilacak,” tegasnya.

Akibatnya, beban perbaikan sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Untuk pembangunan kembali PJU yang roboh, pihaknya belum dapat memastikan waktu realisasi. Hilman mengakui, saat ini ada keterbatasan anggaran yang menjadi hambatan utama.

Pihaknya harus menyesuaikan dengan skala prioritas program yang telah direncanakan tahun ini. “Kami belum bisa memastikan kapan dibangun kembali, karena terkendala anggaran,” tandasnya.

Dishub pun mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan mematuhi batas kecepatan, guna menghindari kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun fasilitas publik. (*)

0 Komentar