Wawali Cirebon Siti Farida Minta Nasihat KH Ma’ruf Amin

Siti Farida sungkem kepada Wakil Presiden
HORMAT: Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati sungkem kepada Wakil Presiden RI Periode 2019–2024, KH Ma’ruf Amin. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Kota Cirebon mendapat kehormatan dengan kunjungan Wakil Presiden RI Periode 2019–2024, KH Ma’ruf Amin. Kedatangan tokoh nasional tersebut disambut langsung oleh Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, ditemani sang suami, Handoyo.

Ia mendampingi KH Ma’ruf Amin sejak kedatangan di Grage Hotel Cirebon hingga menghadiri kegiatan Forum Musyawarah Ulama (Formula) di Bandar Djakarta Cirebon.

Siti Farida Rosmawati mengatakan, kunjungan tersebut merupakan sebuah kehormatan baginya. Terlebih, KH Ma’ruf Amin sebelumnya merupakan Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa.

Baca Juga:Haji 2026: Indonesia Perketat Skrining Kesehatan dan Terapkan Murur–Tanazul untuk Lindungi Jamaah RentanChinese New Year Dinner, Penuh Kehangatan dan Banjir Hadiah

“Sebagai anak kepada orang tua, tentu saya merasa terhormat bisa menerima kunjungan beliau secara langsung,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Rida itu mengungkapkan, dirinya memanfaatkan pertemuan di Grage Hotel untuk meminta doa dan nasihat terkait tugasnya sebagai wakil wali kota.

“Saya memohon doa agar dimudahkan dalam menjalankan amanah, sekaligus meminta nasihat tentang hal-hal yang perlu dilakukan selama menjabat,” katanya.

Menurut Rida, KH Ma’ruf Amin memberikan doa serta nasihat layaknya orang tua kepada anak.

“Alhamdulillah, beliau memberikan doa dan nasihat yang sangat berarti bagi saya,” ucapnya.

Rida menilai, nasihat tersebut menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Terima kasih kepada KH Ma’ruf Amin yang telah menyempatkan hadir langsung ke Kota Cirebon,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, KH Ma’ruf Amin merupakan salah satu inisiator berdirinya Forum Musyawarah Ulama (Formula) yang bertujuan memperkuat peran ulama, kiai, cendekiawan muslim, dan santri dalam menghadapi tantangan global lintas sektor.

Baca Juga: Muhammad Yani Kembali Terpilih sebagai Ketua LPM Karya MulyaTerbuka, Peluang Penari Cilik ke Tingkat Nasional 

“Formula tidak hanya membahas persoalan keislaman, tetapi juga kebangsaan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya,” jelasnya.

Menurut Rida, ulama memiliki peran strategis dalam mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mencerahkan pemikiran masyarakat di era post-truth yang sarat disrupsi dan hoaks.

“Kiai harus lebih aktif mencerahkan umat di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu benar,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar