BGN Geram dengan Tuduhan Ketua BEM UGM, Diminta Tunjukkan Apa yang Dimaling dari MBG?

nanik s deyang aceh
Ada ungkapan menarik dari Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang. Foto: Nanik S Deyang/Ig - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) geram dengan tuduhan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM) Tiyo Ardianto.

Sosok ini menuding program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sebutan “Maling Berkedok Gizi”.

Saking geramnya dengan tuduhan mahasiswa yang dipanggil Tiyo itu, Wakil Kepala BGN, Naniek Sudaryati Deyang, meminta untuk menunjukkan apa yang dimaling dari program MBG?

Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat

“Di mana letak dimalingnya dari anggaran Rp 13-15 ribu per MBG itu?” tanya perempuan yang akrab disapa Deyang itu melalui postingannya di media sosial Facebook, baru-baru ini.

Saking geramnya, Deyang menyebut jika ketua BEM itu hanya tamat Paket C dan melanjutkan kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Yang juga menambah marah Deyang, sebelumnya Tiyo juga menyebut jika Prabowo Subianto itu sebagai presiden bodoh.

“Tiyo yang anak Kudus ini pun dengan bangganya memakai kaos bertuliskan Maling Berkedok Gizi. Terlepas dari saya sebagai Wakil Ketua BGN, saya sebenarnya gatal mau tanya langsung, di mana letak anggaran program MBG dimaling?” tanya Deyang lagi.

Tujuannya, lanjut Komisaris PT Pertamina ini, agar dirinya sebagai Wakil Kepala Investigasi BGN tahu jika MBG dimaling. “Tak kejarnya kalau benar dia tahu ada yang maling,” tandasnya.

Dari anggaran Rp 13-15 ribu per MBG, jelas Deyang, dibagi dalam banyak hal. Untuk anak di bawah lima tahun (Balita) anggarannya Rp 13 ribu.

Untuk apa saja uang Rp 13 ribu itu? Deyang menjelaskan uang itu untuk bahan baku Rp 8 ribu, kemudian operasional Rp3000. Yang meliputi gaji relawan, sewa mobil, bayar gas, bayar listrik, bayar Wifi, insentif guru yang menjadi PIC MBG, insentif kader yang mengantar, membayar BPJS Ketenagakerjaan pekerja dan BBM.

Kemudian yang Rp2000, lanjutnya, untuk insentif yayasan atau mitra. Insentif itu dihitung Rp 6 juta/hari karena mitra atau yayasan itu sudah membangun dapur.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

“Untuk yang Rp 15 ribu komposisinya sama dengan yang Rp 13 ribu. Hanya bahan bakunya yang lebih besar yaitu Rp 10 ribu,” tegasnya.

0 Komentar