RADARCIREBON.ID — Pemerintah Kota Cirebon memulai langkah konkret menata kabel milik provider yang selama ini dinilai semrawut dan mengganggu estetika kota. Penataan perdana dipimpin langsung Walikota Effendi Edo di Jalan Tuparev, Kota Cirebon, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan diawali apel bersama yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Maruf Nuryasa AP, dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Sumantho, Kepala DPUTR Rachman Hidayat, Kepala Dishub Andi Armawan, Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata Sopyan Satari, Kepala DPRKP Wandi Sofyan, Kepala BPBD Andi Wibowo, serta unsur perangkat daerah lainnya.
Usai apel, tim gabungan yang terdiri dari personel DKIS, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jawa Barat dibagi menjadi dua kelompok. Penataan dilakukan mulai dari depan kantor PDAM di Jalan Tuparev hingga kawasan Alun-alun Kejaksan.
Baca Juga:Arkaan Sabet Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Tingkat Provinsi JabarTempat Hiburan Malam Wajib Tutup Selama Ramadan, Pemkab Cirebon Siapkan Sanksi
Wali Kota bahkan turun langsung merapikan kabel yang menggantung tidak beraturan dengan menggunakan kendaraan khusus Dinas Perhubungan yang biasa dipakai untuk pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
Effendi Edo mengatakan, pembenahan kabel bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah menjaga keselamatan warga sekaligus memperindah wajah kota.
“Awal puasa ini kita jadikan sebagai titik awal perapihan kabel di Kota Cirebon. Insyaallah mulai hari ini hingga beberapa bulan ke depan dengan target sekitar satu kilometer per hari saat pelaksanaan,” ujarnya.
Menurutnya, penataan dilakukan secara bertahap dan terjadwal, yakni sekali dalam sepekan setiap Kamis, dengan capaian antara 1 hingga 1,5 kilometer per hari kerja. Pada tahap awal, sembilan ruas jalan menjadi prioritas dengan total panjang kabel yang dirapikan diperkirakan mencapai 15 kilometer.
Program ini menjadi bagian dari rencana pembangunan sistem ducting atau jalur kabel bawah tanah sebagai solusi permanen penataan jaringan utilitas di Kota Cirebon.
“Kita tidak langsung memotong kabel. Kita rapikan dulu, siapkan infrastruktur ducting, baru setelah itu kabel dipindahkan ke bawah tanah,” jelasnya.
Sebelum merealisasikan program tersebut, Pemkot Cirebon melakukan kajian serta studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu menerapkan sistem serupa, seperti Bandung dan Bogor. Dari hasil kunjungan itu, pemerintah memastikan tidak terjadi gangguan signifikan terhadap layanan internet warga.
