Kesabaran Nasabah Bank Cirebon Diuji, Teller Cuma Dua Orang, Lama karena Verifikasi Dokumen Satu Per Satu

Kesabaran Nasabah Diuji, Teller Cuma Dua Orang
DILAYANI DUA TELLER: Suasana pelayanan pencairan tabungan nasabah BPR Bank Cirebon di Bank Mandiri Yos Sudarso, Kota Cirebon, Kamis (19/2/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

H Fahmi telah menjadi nasabah selama 23 tahun. Ia menjelaskan selama ini sistem tabungan dilakukan melalui petugas lapangan yang mendatangi pedagang pasar setiap hari kerja untuk mengumpulkan setoran. Nominal setoran bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah, tergantung kemampuan nasabah.

Menurutnya, sebelum penutupan operasional BPR Bank Cirebon, koordinator lapangan sempat memberi kabar bahwa bank sedang mengalami masalah, namun dana nasabah disebut tetap aman. Informasi tersebut membuat sebagian nasabah, termasuk H Fahmi, menunggu proses resmi pencairan daripada menarik dana secara tergesa-gesa.

Ia juga berharap pelayanan pencairan tidak hanya terpusat di satu kantor bank penyalur. “Agar antrean tidak menumpuk di satu lokasi,” jelas warga asli Kota Padang, Sumatera Barat, tersebut.

Baca Juga:Rp55 Triliun, THR untuk ASN Cair Lebih CepatNasabah Bank Cirebon Antre Dini Hari, Pulang tanpa Uang

Nasabah lain, Iim Halimah, warga Dukuhsemar, Kota Cirebon, datang pada jam yang sama dan memperoleh nomor antrean 55. Ia menilai kondisi hari itu jauh lebih kondusif dibanding situasi sebelumnya ketika banyak nasabah datang tanpa kepastian layanan. Ia menyebut informasi yang diterima kini lebih jelas sehingga nasabah bisa memperkirakan waktu kedatangan.

Sehari sebelumnya ia sempat datang pagi, tetapi diminta pulang karena belum ada pelayanan pencairan. Ia kembali setelah mendapat pemberitahuan bahwa layanan sudah dibuka. Ia menyatakan kehadirannya bertujuan memastikan dana dapat dicairkan sesuai jadwal tabungan yang jatuh tempo pada Februari 2026. “Yang penting saya sudah jelas uangnya bisa kembali,” katanya.

Iim menjadi nasabah sejak 2023, sementara suaminya pernah menabung hingga 2025. Ia mengaku sempat merasa khawatir saat mendengar kabar penutupan bank, terutama karena masa simpanan yang diambil hanya satu tahun. Namun setelah memperoleh nomor antrean, ia merasa lebih tenang.

Ia menjelaskan proses pencairan saat ini terasa lebih rumit dibanding sebelumnya karena harus melalui bank penyalur dan menunggu giliran. Selain itu jumlah nasabah yang harus dilayani mencapai belasan ribu orang sehingga waktu tunggu menjadi panjang. Meski demikian, ia tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Di ruang tunggu, mayoritas nasabah terlihat membawa map berisi dokumen. Beberapa menunduk membaca berkas, memastikan data sesuai sebelum dipanggil. Ada pula yang berbincang pelan menanyakan urutan antrean. Di meja teller, petugas terlihat memeriksa dokumen sambil mengetik di komputer, lalu menjelaskan tahapan berikutnya kepada nasabah yang duduk di depan mereka.

0 Komentar