Alur pelayanan dimulai dari verifikasi identitas dan buku tabungan, kemudian pencocokan data dengan daftar nasabah yang berhak mencairkan dana. Setelah proses validasi selesai, barulah pencairan dapat dilakukan. Tahapan itu membuat waktu pelayanan setiap orang tidak bisa dipercepat.
Sejumlah nasabah menyatakan datang setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, seperti koordinator komunitas, sekolah, maupun sesama nasabah. Arus informasi itu memengaruhi waktu kedatangan sehingga pada hari tertentu jumlah nasabah meningkat tajam, sedangkan hari lain relatif lebih lengang.
Petugas bank mengarahkan agar nasabah datang sesuai jadwal atau informasi resmi yang diterima untuk menghindari penumpukan. Dengan pola kedatangan yang lebih teratur, kondisi ruang layanan dapat tetap terkendali dan pelayanan berjalan stabil.
Baca Juga:Rp55 Triliun, THR untuk ASN Cair Lebih CepatNasabah Bank Cirebon Antre Dini Hari, Pulang tanpa Uang
Situasi Kamis siang menunjukkan perubahan dibanding hari-hari awal setelah penutupan operasional BPR Bank Cirebon, ketika banyak nasabah datang bersamaan karena khawatir tidak kebagian antrean. Kini sebagian nasabah memilih datang setelah memastikan jadwal pencairan tersedia.
Meski antrean masih memerlukan waktu tunggu cukup lama, mayoritas nasabah tetap bertahan di kursi masing-masing. Mereka menunggu nomor dipanggil tanpa meninggalkan ruangan karena khawatir terlewat giliran. Sikap itu membuat suasana tetap tertib meskipun jumlah orang di dalam ruangan cukup banyak.
Hingga siang hari, pelayanan pencairan masih berlangsung dengan pola yang sama. Petugas memanggil nasabah sesuai nomor urut, sementara yang lain menunggu sambil menyiapkan dokumen. Tidak ada pengumuman penghentian layanan, dan seluruh proses berjalan mengikuti mekanisme verifikasi yang berlaku. (ade)
