RADARCIREBON.ID –Menjelang Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk meredam lonjakan permintaan ikan sekaligus menjaga harga tetap stabil. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan stok ikan nasional dalam kondisi mencukupi, dengan produksi perikanan budidaya diproyeksikan menjadi penyangga utama pasokan di pasar.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, mengatakan pengendalian tidak hanya dilakukan dari sisi volume produksi, tetapi juga melalui penguatan pengawasan mutu agar produk yang beredar aman dikonsumsi. KKP, lanjutnya, terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha serta sosialisasi larangan penggunaan bahan berbahaya kepada pedagang dan pemasok.
Tb Haeru menyampaikan, hingga kini KKP tidak menemukan produk perikanan budidaya yang mengandung bahan berbahaya. Namun pengawasan tetap dilakukan secara rutin, dan jika ada pelanggaran, tindakan penarikan produk dari peredaran akan segera dilakukan.
Baca Juga:Arkaan Sabet Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Tingkat Provinsi JabarTempat Hiburan Malam Wajib Tutup Selama Ramadan, Pemkab Cirebon Siapkan Sanksi
“Selama ini tidak ada temuan produk perikanan budidaya yang mengandung bahan berbahaya. Kami rutin melakukan pembinaan. Jika ditemukan pelanggaran, produk langsung ditarik dari peredaran,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan survei KKP, konsumsi ikan pada periode Ramadan dan Idulfitri cenderung meningkat sekitar 10–20 persen dibanding bulan-bulan biasa. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, kebutuhan ikan nasional diperkirakan mendekati 1,94 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 ribu ton diproyeksikan terserap pada masa Ramadan hingga Lebaran. Meski permintaan meningkat, KKP menilai harga ikan budidaya relatif terkendali.
Tb Haeru menjelaskan, komoditas budidaya seperti lele dan nila umumnya hanya mengalami perubahan harga yang kecil. Lonjakan harga lebih sering terjadi pada ikan hasil tangkapan karena dipengaruhi musim, gelombang, dan cuaca yang berdampak pada aktivitas melaut serta pasokan harian di pelabuhan perikanan.
Untuk menjaga produksi budidaya tetap stabil, KKP memastikan ketersediaan benih dan pakan dalam kondisi aman. Penyediaan benih didukung oleh balai pembenihan pemerintah di berbagai daerah, sementara kebutuhan pakan diperkuat melalui dukungan pakan mandiri bagi pembudidaya. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan biaya produksi sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
Selain memenuhi kebutuhan domestik, KKP juga tengah membuka peluang ekspor ikan budidaya ke Arab Saudi untuk menyasar permintaan pada musim haji dan umrah. Saat ini, proses pemenuhan persyaratan ekspor masih berlangsung.
