Terancam Sanksi AFC? Persib Disorot Usai Pitch Invasion dan Pelemparan Botol di GBLA

Tom Haye
Ekspresi Tom Haye saat Persib tersingkir di ACL 2
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Persib Bandung kembali menjadi sorotan setelah insiden kericuhan terjadi usai laga kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah Persib terancam sanksi dari AFC akibat pitch invasion dan pelemparan botol?

Keributan pecah setelah pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 berakhir. Meski Persib menang 1-0, hasil itu tak cukup untuk membawa Maung Bandung lolos karena kalah agregat 1-3. Kekecewaan pun meluap di tribun.

Sejak babak pertama, atmosfer pertandingan sudah memanas. Keputusan wasit Majed Mohammed Al-Shamrani yang menganulir gol Persib serta memberikan kartu merah kepada Uilliam Barros memicu protes keras dari suporter.

Baca Juga:Persib Ubah Jam Latihan Selama Ramadan, Bojan Hodak Pastikan Performa Tetap MaksimalUpdate Top Skor Proliga 2026 Putri: Neriman Ozsoy Tak Tergoyahkan, Megawati Intip Peluang Tembus 5 Besar

Ketegangan memuncak setelah peluit akhir dibunyikan. Sejumlah oknum Bobotoh masuk ke lapangan atau melakukan pitch invasion dan sempat mencoba mendekati wasit. Petugas keamanan serta panitia pertandingan bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.

Tak hanya itu, laga Persib tersebut juga diwarnai pelemparan botol dan petasan dari tribun. Kondisi tersebut membuat pemain dan ofisial Ratchaburi FC segera bergegas menuju ruang ganti demi alasan keselamatan.

Insiden yang melibatkan Persib ini dipastikan menjadi perhatian serius AFC. Sebagai penyelenggara kompetisi, AFC memiliki regulasi ketat terkait keamanan pertandingan dan perilaku suporter, terutama dalam ajang internasional.

Dalam AFC Disciplinary and Ethics Code, klub tuan rumah seperti Persib bertanggung jawab penuh atas tindakan penonton. Aturan tentang liability for spectator conduct menegaskan bahwa klub tetap dianggap bertanggung jawab meskipun pelaku pelanggaran tidak dapat diidentifikasi secara individu.

Regulasi tersebut menyebutkan pelanggaran seperti pitch invasion, pelemparan benda, penggunaan petasan, hingga ancaman terhadap ofisial pertandingan dapat berujung sanksi berat. Jika dianggap lalai menjaga keamanan stadion, hukuman yang dijatuhkan kepada Persib bisa semakin berat.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya di kompetisi AFC, klub-klub Asia pernah dikenai denda puluhan ribu dolar AS akibat ulah suporter. Bahkan ada yang diwajibkan menjalani pertandingan tanpa penonton sebagai bentuk hukuman.

Mengacu pada preseden tersebut, Persib berpotensi menghadapi denda hingga sekitar 30 ribu dolar AS, bahkan kemungkinan sanksi laga tanpa penonton di ajang AFC berikutnya. Kini, publik menanti hasil investigasi resmi AFC untuk mengetahui sejauh mana konsekuensi yang harus ditanggung Persib akibat insiden di GBLA tersebut.

0 Komentar