Investasi Tembus Rp1,8 Triliun, Pemkot Cirebon Andalkan Sektor Jasa dan Perdagangan

Ilustrasi berita Investasi Kota Cirebon
Ilustrasi berita Investasi Kota Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Iklim investasi di Kota Cirebon menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya nilai realisasi investasi sepanjang 2025 yang mencapai Rp1,8 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cirebon (DPMPTSP), Icip Suryadi, mengatakan capaian investasi tersebut didominasi sektor perdagangan dan jasa yang hingga kini masih menjadi sektor unggulan di daerah.

“Realisasi penanaman modal di Kota Cirebon selama tahun 2025 mencapai Rp1,8 triliun dari target Rp1,3 triliun. Sebagian besar berasal dari sektor perdagangan dan jasa,” ujar Icip kepada Radar Cirebon.

Baca Juga:Pesawat Air Tractor AT 802 Jatuh, Pilot Meninggal, Prajurit Kodam Mulawarman Evakuasi Korban dan Amankan PuingPT Kereta Api Indonesia Daop 3 Kampanye Anti Pelecehan Seksual 

Menurutnya, dominasi kedua sektor tersebut tidak terlepas dari keterbatasan wilayah Kota Cirebon yang relatif kecil sehingga tidak memungkinkan pengembangan industri berskala besar.

Ia menjelaskan, sejumlah calon investor sebenarnya sempat berencana menanamkan modal di sektor industri. Namun rencana tersebut terpaksa ditolak karena tidak sesuai dengan ketentuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Ada investor yang ingin masuk ke sektor industri, tetapi kami tolak karena dalam RDTR tidak tersedia zona industri. Selain itu, keterbatasan lahan juga menjadi kendala, karena industri umumnya membutuhkan lahan di atas satu hektare, sementara di Kota Cirebon sangat sulit menemukan lahan seluas itu,” katanya.

Icip menegaskan, keterbatasan lahan menjadi hambatan utama pengembangan industri di Kota Cirebon. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan investasi pada sektor perdagangan dan jasa yang dinilai lebih realistis dan sesuai karakter wilayah.

“Untuk perkantoran maupun perhotelan masih memungkinkan, karena pembangunan bisa dilakukan secara vertikal,” ujarnya.

Capaian investasi sebesar Rp1,8 triliun tersebut bahkan menjadi yang tertinggi di tingkat Jawa Barat dengan realisasi mencapai 178 persen dari target.

“Ini menunjukkan Kota Cirebon sudah menjadi salah satu tujuan investasi. Saat ini juga sedang berlangsung pembangunan Harris Hotel di lokasi eks Giant, depan Makorem Sunan Gunung Jati,” ungkapnya.

Baca Juga:OJK Imbau Masyarakat Waspada Investasi IlegalGanggu Estetika Kota Cirebon, Kabel Semrawut, Walikota Turun Langsung 

Ia juga menyebut adanya rencana perubahan fungsi Gedung BAT yang sebelumnya dirancang sebagai pusat perdagangan menjadi hotel, meski hingga kini belum ada konfirmasi lanjutan kepada DPMPTSP.

0 Komentar