Untuk tahun 2026, pemerintah daerah tetap optimistis sektor perdagangan dan jasa akan menjadi penyumbang utama investasi. Salah satunya dengan rencana pembangunan gudang milik Indomaret di kawasan Pegambiran yang telah memperoleh dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
“Mudah-mudahan investasi tersebut bisa segera direalisasikan tahun ini,” katanya.
Terkait lonjakan realisasi investasi dari target Rp1,3 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada 2025, Icip menjelaskan hal itu dipengaruhi masuknya perusahaan-perusahaan dengan modal besar.
Baca Juga:Pesawat Air Tractor AT 802 Jatuh, Pilot Meninggal, Prajurit Kodam Mulawarman Evakuasi Korban dan Amankan PuingPT Kereta Api Indonesia Daop 3 Kampanye Anti Pelecehan Seksual
“Ada perusahaan yang luas lahannya hanya sekitar 1.000 sampai 2.000 meter persegi, tetapi nilai investasinya sangat besar sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian investasi,” jelasnya.
Sementara untuk target investasi tahun 2026, pihaknya masih menunggu penetapan melalui Indikator Kinerja Utama (IKU). Namun, target diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp1,5 triliun.
Menurutnya, peningkatan investasi diharapkan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk peningkatan penerimaan pajak.
“Semakin banyak investasi masuk, pergerakan ekonomi akan semakin baik dan pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya. (abd)
