INDRAMAYU – Saat bulan Ramadan, berbagai agenda keagamaan rutin digelar oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di masjid-masjid wilayah Kabupaten Indramayu. Termasuk di Islamic Center Syekh Abdul Manan, masjid megah yang terletak di pusat Indramayu kota.
DKM telah menyiapkan sederet agenda keagamaan. Di antaranya penyelenggaraan Salat Tarawih dengan satu juz berbeda setiap malam.
Staf Sekretariat DKM Islamic Center Syekh Abdul Manan, Ahmad Hammam menyatakan, sejumlah agenda telah dipersiapkan. Mulai dari kajian rutin Subuh yang digelar setiap hari selama Ramadan, hingga pembagian ratusan paket takjil setiap hari bagi masyarakat umum dan jemaah salat.
Baca Juga:GPM Jadi Langkah Strategis Pemkab Indramayu Jaga Stabilitas Harga Pangan di PasarPeringatan Bulan K3 di Kilang Balongan, Ibu Rumah Tangga Unjuk Ketangkasan Padamkan Api
“Kajian Subuh temanya berbeda-beda setiap hari. Para pendakwah yang akan menyampaikan tausiyah juga sudah dijadwalkan,” ujarnya, Minggu (22/2).
Khusus hari Jumat dan Minggu, lanjut Ahmad, kajian Subuh dikemas dalam bentuk kajian Kitab Kuning. Yakni Ihya Ulumuddin dan Madzahibul Arba’ah. Kajian kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat dipimpin KH Ihya Khudori. Sedangkan kajian kitab Madzahibul Arba’ah setiap hari Minggu dipimpin KH Munawir Amin.
“Sebenarnya kajian Kitab Kuning ini merupakan agenda rutin setiap Jumat dan Minggu setelah Salat Magrib. Namun selama Ramadan dipindahkan ke waktu Subuh. Setelah Lebaran, jadwalnya akan kembali seperti semula,” jelasnya.
Untuk program pembagian takjil, DKM menyiapkan ratusan paket setiap hari selama Ramadan bagi jemaah yang hendak berbuka puasa. DKM juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi menyumbangkan paket takjil.
Selain itu, pihak DKM juga mengagendakan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, dengan menyediakan ruang istirahat di aula, serta makanan untuk sahur dan berbuka bagi jemaah yang beriktikaf. Ahmad menambahkan, jemaah yang ingin beriktikaf sejak awal Ramadan, dipersilahkan, dengan syarat melapor terlebih dahulu agar kebutuhan dapat dipersiapkan.
“Salat Tarawih satu juz berbeda per malam sudah menjadi agenda rutin sejak 2018. Alhamdulillah, hingga sekarang tetap konsisten dilaksanakan dengan 23 rakaat (20 Taraweh dan 3 Witir), dan biasanya selesai sekitar 1,5 jam,” pungkas Ahmad. (oni)
