Jejak Dakwah Wali yang Hidup Kembali Tiap Malam, Ramadan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa
BERSEJARAH: Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

“Perpaduan ini menjadi simbol akulturasi budaya dan pluralisme yang telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu,” jelas Goemelar.

Simbol dakwah juga terlihat dari sembilan pintu masjid yang melambangkan para wali penyebar Islam di Nusantara. Ukurannya rendah dan sempit sehingga setiap orang harus menunduk saat masuk. Filosofinya, setiap jemaah diharapkan meninggalkan kesombongan di luar dan memasuki masjid dengan kerendahan hati.

Selama Ramadan, filosofi tersebut terasa nyata. Jemaah dari berbagai latar belakang datang tanpa sekat sosial. Pedagang, santri, pejabat, wisatawan religi, hingga masyarakat umum duduk bersaf sejajar dalam ibadah malam.

Baca Juga:Festival Ramadan untuk Semua Warga CirebonBPBD Minta Masyarakat Cirebon Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem

Pengelola masjid menyebut jumlah pengunjung meningkat signifikan menjelang pertengahan Ramadan. Banyak peziarah datang dari luar daerah untuk merasakan suasana ibadah di masjid bersejarah tersebut. Mereka tidak hanya beribadah, tetapi juga mempelajari sejarah dakwah Islam di Cirebon. Aktivitas ini turut menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui penjualan makanan berbuka puasa, kitab, hingga cendera mata religi.

Keaslian bangunan menjadi daya tarik lainnya. Sebagian besar struktur masih mempertahankan material lama. Renovasi dilakukan secara hati-hati agar tidak mengubah bentuk asli. Upaya pelestarian tersebut membuat masjid tetap menjadi rujukan sejarah hidup, bukan sekadar monumen.

Di tengah modernisasi kota, Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi penghubung dua zaman. Pada siang hari ia berfungsi sebagai situs sejarah, sementara pada malam Ramadan berubah menjadi pusat spiritual yang berdenyut. Dari lantai batu tua itulah gema doa terangkat setiap malam, seolah mengulang kembali jejak dakwah para wali berabad-abad silam. (ade)

0 Komentar