Ia mengatakan, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam evaluasi pembelajaran.
Madrasah mendorong komunikasi antara guru dan wali murid untuk memantau kebiasaan ibadah siswa di rumah selama Ramadan.
“Pembiasaan itu tidak cukup di sekolah saja. Peran keluarga penting agar nilai yang dipelajari benar-benar tertanam,” katanya.
Baca Juga:Jalan Rusak di Kompleks Pemkab Cirebon Dibiarkan, Ancam Keselamatan PengendaraLebaran 1447 H Berpotensi Kembali Tidak Serempak
Jajang menambahkan, melalui pola pembelajaran tersebut, Ramadan diharapkan menjadi momentum pendidikan karakter bagi peserta didik, bukan sekadar rutinitas tahunan.
“Harapannya setelah Ramadan selesai, perubahan sikap anak tetap terbawa dalam keseharian, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya. (awr)
