“Kami luruskan dulu alurnya dan membuat tanggul darurat agar jika terjadi banjir, air sudah terarah dan tidak lagi menghantam tebing sungai. Alat berat akan kami turunkan Jumat nanti, kemungkinan melalui jalur sungai karena medan cukup sulit,” jelasnya.
Ia menambahkan kondisi geologi wilayah yang didominasi tanah batulempung membuat area tersebut mudah tererosi, sehingga diperlukan perlindungan tambahan pada pilar jembatan. Penguatan akan dilakukan menggunakan teknik riprap atau penataan batu alam untuk melindungi kaki jembatan secara efisien namun tetap kokoh.
“Normalisasi sungai ditargetkan selesai dalam dua bulan agar arus stabil. Setelah itu baru dilakukan penguatan pilar. Secara struktur jembatan masih cukup kuat, tetapi langkah pencegahan tetap diperlukan,” tandasnya. (cep/rls)
