Mungkin Harus Ada Korban Dulu? Lubang Besar di Penggung Ancam Pengendara

Lubang Besar di Penggung Ancam Pengendara
MEMBAHAYAKAN PENGENDARA: Jalan rusak di persimpangan lampu merah Penggung, tepatnya pertemuan Jalan Angkasa Raya dan Jalan Jenderal Sudirman, Senin (23/2/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Seorang warga sekitar, Rudi (43), mengatakan kerusakan sudah terjadi cukup lama dan terus melebar. Aspal disebut makin hancur karena tekanan kendaraan berat yang melintas setiap hari. “Awalnya kecil. Sekarang jadi besar dan dalam,” ujarnya.

Pengendara ojek online yang melintas, Deni (29), mengaku sering menghindari jalur tersebut jika membawa penumpang. Menurutnya, titik lubang berada di posisi berbahaya karena muncul tepat setelah belokan. “Kalau belok langsung ketemu lubang. Ngeri kalau malam,” katanya.

Kondisi tikungan memperparah situasi. Pengendara dari arah pasar harus belok kiri. Setelah belok, langsung bertemu permukaan jalan rusak. Jaraknya pendek. Tidak ada ruang cukup untuk menghindar. Apalagi saat lampu lalu lintas berubah. Kendaraan dari arah lain bergerak bersamaan.

Baca Juga:Relawan SPPG Lebakwangi Kuningan Meninggal Kecelakaan Kerja, Dapat Santunan dari BPJS KetenagakerjaanKasus Gedung Setda Naik Sidang Mulai Besok di Bandung

Pada jam ramai, arus kendaraan meningkat. Motor saling menyalip. Mobil mempercepat laju. Risiko kecelakaan bertambah karena pengendara harus membagi fokus antara lampu lalu lintas, kendaraan lain, dan kondisi jalan. Truk besar yang melintas menimbulkan getaran kuat. Aspal di sekitar lubang terlihat makin retak.

Permukaan jalan menunjukkan tanda kerusakan struktural. Lapisan atas aspal hilang. Material dasar terlihat. Kerikil berserakan. Debu tipis menempel. Saat kendaraan lewat, partikel kecil beterbangan.

Tidak terlihat tanda perbaikan sementara. Tidak ada penutup lubang. Tidak ada rambu peringatan. Marka jalan juga memudar. Pengendara hanya mengandalkan penglihatan langsung untuk menghindari titik rusak. Lubang terbesar berada di jalur dalam tikungan. Diameternya paling lebar. Kedalamannya paling mencolok dibanding lubang lain. Tepian lubang tajam. Bagian tengah lebih gelap karena tanah lembap. Di sekelilingnya terdapat pecahan aspal lepas.

Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju jauh sebelum titik tersebut. Mereka tampak waspada. Beberapa menurunkan kaki sebagai penyeimbang saat melintas pelan. Kendaraan roda empat cenderung mengambil jalur melebar agar tidak menghantam lubang langsung.

Persimpangan Penggung dikenal sebagai simpul lalu lintas penting. Jalur ini menghubungkan kawasan perdagangan, permukiman, dan akses menuju bandara. Volume kendaraan relatif tinggi sepanjang hari. Kondisi jalan rusak di titik strategis ini membuat kelancaran arus terganggu.

0 Komentar