RADARCIREBON.ID- Suasana Masjid Nurul Ikhsan di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, tampak berbeda saat Ramadan tiba. Salat tawarihnya dikenal sebagai salah satu yang terlama di Kabupaten Cirebon.
Jika di banyak tempat Salat Tarawih rata-rata berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam, di Masjid Nurul Ikhsan justru bisa berlangsung selama tiga jam. Betapa tidak, bacaannya tiga juz Alquran setiap malam.
Usai Azan Isya berkumandang, warga berbondong-bondong memadati masjid. Lantunan ayat suci Alquran menggema panjang, menciptakan suasana khusyuk yang menenangkan. Di sinilah tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat dengan bacaan tiga juz Alquran setiap malamnya.
Baca Juga:Relawan SPPG Lebakwangi Kuningan Meninggal Kecelakaan Kerja, Dapat Santunan dari BPJS KetenagakerjaanKasus Gedung Setda Naik Sidang Mulai Besok di Bandung
Untuk menjaga kekhusyukan dan stamina, pelaksanaan tarawih pun dipimpin oleh lima imam yang bertugas digilir secara bergantian. Mereka merupakan para santri dan kiai hafidz Alquran yang sudah terbiasa melantunkan ayat-ayat suci dengan tartil dan penuh penghayatan.
Pendiri Masjid Nurul Ikhsan, Ikhsan Abdullah mengatakan untuk menunjang kelancaran ibadah, pengurus Masjid Nurul Ikhsan menyiapkan lima imam yang bertugas secara bergantian memimpin Salat Tarawih. “Masing-masing imam membaca satu bagian Alquran sehingga dalam satu malam khatam tiga juz, ” ujar Ikhsan, Selasa (24/2/2026).
Dia menjelaskan, lamanya durasi tarawih membuat sebagian jamaah, khususnya yang berusia lanjut, memilih beristirahat sejenak dengan duduk atau berbaring di sela-sela pelaksanaan salat. Meski demikian, banyak jamaah tetap memilih mengikuti tarawih di masjid tersebut karena dinilai lebih khusyuk dan menenangkan. “Kalau lansia biasanya banyak yang istirahat. Tapi ada juga yang sanggup sampai selesai,” terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan Salat Tarawih berdurasi panjang ini telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir. Ini merupakan hasil kesepakatan serta permintaan jamaah setempat. Para imam yang memimpin tarawih merupakan santri dan kiai penghafal Alquran (hafidz).
“Meski tidak semua jamaah sanggup mengikuti Salat Tarawih dengan durasi lebih dari tiga jam, jamaah Masjid Nurul Ikhsan mengaku telah terbiasa. Mereka tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk sebagai bagian dari upaya memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (*)
