RADARCIREBON.ID –Lonjakan harga cabai terjadi di Provinsi Banten selama Ramadan. Harga cabai rawit tercatat menembus Rp98 ribu per kilogram, jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp57 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Iwan Hermawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan rutin sejak awal Ramadan.
“Stok tersedia, tetapi harga tinggi karena pasokan terbatas. Produksi yang masuk ke Banten memang tidak banyak,” ujarnya.
Baca Juga:Hadirkan Parade Kuliner Beragam Daerah, Buka Puasa di Bentani HotelJembatan Lebakngok Diperbaiki Pekan Ini
Disperindag memantau delapan pasar di delapan kabupaten/kota. Harga dari pasar-pasar tersebut dikumpulkan dan dirata-ratakan sebagai acuan resmi pemerintah daerah.
Untuk mengendalikan situasi, Pemerintah Provinsi Banten membentuk Satgas Keamanan Pangan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparat kepolisian. Jika ditemukan laporan lonjakan harga signifikan, tim segera melakukan pengecekan lapangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Banten, M. Nasir, menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir kenaikan harga sepihak yang melebihi HAP maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut Nasir, salah satu penyebab kenaikan harga adalah cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi membuat sebagian petani menunda panen sehingga pasokan berkurang. Di tingkat petani, harga cabai rawit sudah mencapai Rp85 ribu per kilogram dan di tingkat pengecer bisa menyentuh Rp100 ribu per kilogram.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Banten akan memfasilitasi subsidi biaya transportasi dari daerah surplus agar distribusi cabai ke Banten lebih lancar. Pengawasan juga difokuskan ke wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.
Pemerintah berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali hingga Lebaran sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan lebih tenang. (dsw)
