Kembangkan Teknologi IoT, Rohmat Sukses Berkebun Melon di Halaman Rumah

Kebun Melon Smart Farming Tanami
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Rohmat, pemilik Kebun Melon Smart Farming Tanami menunjukkan teknologi yang digunakan untuk budidaya melon di greenhouse miliknya, Senin (23/2). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Sektor pertanian kini tak lagi dipandang sebelah mata. Perkembangan teknologi yang semakin canggih turut dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian.

Seperti yang dilakukan Rohmat, petani melon asal Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

Ia sukses membudidayakan melon hidroponik di greenhouse yang dibangun di lahan samping rumahnya dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

Baca Juga:DKM Islamic Center Syekh Abdul Manan Siapkan Berbagai Agenda, Termasuk Tarawih 1 Juz Tiap MalamPolemik Penyadapan Getah Pinus di Gunung Ciremai, KTH Klaim Ada di Zona Tradisional, Bukan Konservasi

“Teknologi yang kami gunakan untuk operasional kebun adalah auto dosing nutrient. Jadi, pemberian nutrisi dan pengontrolan pH air dilakukan secara otomatis oleh sistem,” ujar Rohmat sambil menunjukkan teknologi yang digunakannya, Senin (23/2/2026).

Teknologi yang ia kembangkan dan beri nama Taman Smart Green House Melon itu, dirakit secara mandiri. Tidak hanya digunakan di kebunnya sendiri. Sistem tersebut juga mulai dimanfaatkan oleh sejumlah petani melon dari luar daerah, bahkan hingga luar pulau seperti Riau.

Rohmat yang juga merupakan pemilik Kebun Melon Smart Farming Tanami mengungkapkan, keunggulan alat rakitannya terletak pada kemampuannya mengukur kebutuhan nutrisi dan pH air secara otomatis. Jika sebelumnya pengukuran dilakukan secara manual menggunakan alat portabel, kini semuanya dapat dikontrol oleh sistem.

“Jadi, sejak pindah tanam sampai panen, seluruh kebutuhan nutrisi dan pengendalian air sudah dikontrol otomatis oleh sistem,” ujarnya.

Teknologi auto dosing nutrient merupakan sistem otomatis untuk budidaya hidroponik yang mampu mengukur sekaligus memberikan nutrisi serta mengatur pH secara presisi, konsisten, dan real time ke dalam tangki air.

Sistem ini menggunakan pompa dosing otomatis yang terintegrasi dengan IoT untuk memantau dan mengendalikan nutrisi melalui aplikasi smartphone, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

Dengan penerapan teknologi ini, Rohmat menyebut, peran petani menjadi lebih ringan. Petani hanya perlu melakukan perawatan seperti membuang tunas dan mengelola air yang tidak diperlukan. Hasilnya pun lebih presisi dan stabil.

Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Terbuka kepada Investor, Pemkab Siapkan Lahan untuk Kawasan IndustriGudang Penyimpanan Bangku SMPN 1 Kertasemaya Kabupaten Indramayu Terbakar

Meski telah tiga tahun membudidayakan melon, penggunaan teknologi ini baru berjalan dua tahun terakhir dan terbukti memberikan hasil yang lebih maksimal, panen lebih cepat, serta ukuran buah yang lebih seragam.

0 Komentar