RADARCIREBON.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku sudah mengetahui kasus pengantin pesanan di mana warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang kini disekap di China.
“Hari ini ada warga Cirebon yang menjadi korban perdagangan orang di China. Insya Allah nanti akan ditangani,” tuturnya.
Menurut KDM, sapaan akrabnya, kasus tersebut sudah mendapatkan atensi dan akan ditangani.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
“Seperti kasus yang lain akan kita jemput pulang,” kata KDM di Lapangan Kedung Dawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 28, Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, KDM menyayangkan banyak warga di Provinsi Jawa Barat yang masih terjebak dengan modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Dijanjikan dinikahi dengan mahar yang mahal. Pada akhirnya janji itu tidak ditepati seperti janjinya politisi,” sebut KDM.
Kendati demikian, KDM tidak menjelaskan secara rinci bagaimana prosedur pemulangan Dewi ke tanah air.
Mengingat posisi Vina saat ini mengaku disekap di rumah mertua di pedesaan China.
Seperti diketahui, kasus ini viral setelah video pengakuan Vina beredar di Instagram.
Dalam rekaman tersebut, ia tampak menangis dan meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
“Saya menjadi korban pengantin pesanan oleh sesama WNI. Mereka menahan semua berkas saya, termasuk paspor saya,” ucap Vina dalam video yang kini ramai dibagikan warganet.
Kuasa hukum keluarga Vina, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, mengungkapkan kronologi awal kasus tersebut saat ditemui di Desa Gombang, Jumat 27 Februari 2026.
Menurut Asep, proses perkenalan hingga keberangkatan Vina ke China berlangsung dalam beberapa tahap.
Rombongan warga negara asing (WNA) asal China bersama sejumlah WNI tercatat empat kali datang ke Desa Gombang untuk menemui keluarga Vina.
“Pertemuan pertama hanya silaturahmi. Kedua lebih serius, ingin melihat langsung. Kunjungan keempat pada 5 Agustus 2025 untuk menyerahkan mahar,” jelas Asep.
Beberapa nama yang disebut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Liu Guanggun, Zhang Haibi, Wang Jun yang disebut sebagai calon suami, serta Wang Yujun yang disebut sebagai ayahnya. Turut serta seorang WNI bernama Nisa Herman Susi.
