Vina Cirebon Terjebak Pernikahan Palsu, Janji Mahar Rp100 Juta Berubah Petaka, Kini Masih Tertahan di China

Vina Terjebak Pernikahan Palsu, Kini Masih Tertahan di China
BERHARAP DIPULANGKAN : Paman Vina, Samija (tengah) didampingi oleh kuasa hukum keluarga berharap pemerintah bisa membantu memulangkan Vina yang diduga menjadi korban TPPO dengan modus pengantin pesanan, Jumat (27/2/2026). Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

Dalam prosesnya, sejumlah WNI disebut berperan sebagai penghubung. Mereka meyakinkan keluarga bahwa WJ telah menjadi mualaf, bahkan menunjukkan dokumen untuk memperkuat klaim tersebut. “Sebenarnya dari pihak mereka itu beberapa kali datang ke Gombang untuk menemui Vina dan keluarganya. Saat itu, tidak ada keanehan berarti,” jelasnya.

Selain itu, keluarga juga dijanjikan mahar Rp100 juta serta kiriman uang bulanan setelah pernikahan. Iming-iming tersebut, ditambah keyakinan bahwa prosesnya sah secara agama, membuat keluarga menyetujui keberangkatan Vina ke China.

Namun setelah berada di China, Vina mengaku menemukan fakta yang tidak diungkap sejak awal, termasuk kondisi suaminya. “Awalnya yang diperlihatkan penghubung itu bukan WJ, suaminya saat ini. Tapi orang lain. Nah, si WJ ini ternyata mempunyai kelainan mental,” jelas Asep.

Baca Juga:Waspada! Modus Baru Pengantin Pesanan, Warga Cirebon Disekap di ChinaJalan Mulus Jelang Mudik, DPUTR Kota Cirebon Pastikan Perbaikan Segera Tuntas

“Lalu untuk perjanjian lainnya, juga ternyata tidak dilaksanakan. Vina merasa dibohongi. Termasuk oleh benerapa orang WNI yang menjadi penghubung dalam proses ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, keberadaan Vina di China terunglkap lewat video berdurasi 59 detik yang viral sejak Kamis (26/2/2026). Dalam video itu, Vina memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) agar bisa dipulangkan ke Indonesia. “Saya sedang berada di China saat ini. Dalam video ini saya menyampaikan kondisi saya, kalau saya sudah menjadi korban penganten pesanan,” ujar Vina dalam video tersebut.

Kata Vina, terduga pelaku pengantin pesanan tersebut dilakukan oleh sesama WNI. Tak hanya itu, dokumen-dokumen penting miliknya telah diambil oleh sesama WNI yang diduga terlibat dalam praktik pengantin pesanan tersebut.

Vina bahkan menyebut dirinya mengalami tekanan dan kekerasan fisik ketika menolak mengikuti keinginan pihak tertentu. “Saya mohon bantuan agar bisa kembali ke tanah air,” ucapnya lirih dalam video tersebut.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto SSTP MSi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut. Hingga saat ini, Disnaker mencatat sedikitnya dua dugaan kasus pengantin pesanan dengan pola yang hampir sama.

“Modusnya, pelaku mendatangi korban dan keluarganya, kemudian setelah ada kesepakatan, korban diberangkatkan ke luar negeri,” kata Novi Hendrianto saat dihubungi Radar Cirebon, Kamis (26/2/2026).

0 Komentar