Menurutnya, ketika sudah berada di luar negeri, penanganannya menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri. “Secara kewenangan kasus tersebut bukan ranah langsung Disnaker. Namun karena berkaitan dengan keberangkatan warga ke luar negeri, masyarakat kerap mengaitkannya dengan penempatan tenaga kerja,” ujarnya.
Disnaker Kabupaten Cirebon, lanjut Novi, kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, untuk menelusuri dan memastikan langkah penanganan lebih lanjut. “Kami tidak tinggal diam, sedang berkoordinasi dengan kementerian terkait,” terangnya.
Untuk menghindari kejadian serupa, tambah Novi, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran bekerja atau menikah ke luar negeri dengan proses yang tidak jelas. Ia menekankan pentingnya memastikan keberangkatan melalui lembaga resmi dan terdaftar negara.
Baca Juga:Waspada! Modus Baru Pengantin Pesanan, Warga Cirebon Disekap di ChinaJalan Mulus Jelang Mudik, DPUTR Kota Cirebon Pastikan Perbaikan Segera Tuntas
“Jangan mudah tergiur iming-iming. Pastikan semua prosedur legal dan melalui jalur yang sah. Kasus pengantin pesanan ini menjadi modus baru yang kami temukan. Maka, harus diwaspadai bersama,” imbuh Novi.
Sementara itu, pihak keluarga Vina yang didatangi Radar Cirebon, kemarin, ternyata sedang tak berada di rumah. Aparat desa setempat mengakui Vina warga mereka, namun belum mau memberikan pernyataan karena masih harus berkoordinasi dengan keluarga Vina. “Besok saja (hari ini, red) ke sini lagi untuk ketemu, biar lebih jelas,” ucap salah satu aparat Desa Gombang. (awr/sam)
