RADARCIREBON.ID – Ini bocoran menarik dari orang dekat Presiden Prabowo Subianto. Sosok ini mengungkapkan jika Amerika Serikat (AS) sejak dulu selalu menempatkan anteknya di jajaran kabinet Indonesia.
Salah satu tugasnya, kata sosok tersebut, adalah menghambat pembelian senjata. Dengan tujuan agar Indonesia lemah dalam teknologi pertahanan keamanan dah bisa dikendalikan oleh negara adidaya itu.
Bocoran itu disampaikan Naniek Sudaryati Deyang, menyoroti kejadian Iran yang dirudal habis-habisan oleh Israel yang didukung AS. “Saya jadi tahu, kenapa Amerika menempatkan anteknya di pemerintahan sejak dulu,” tulisnya dalam postingan di media sosial Facebook.
Baca Juga:Menlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidupPemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas karena Serangan Udara Amerika – Israel
Wanita yang akrab disapa Deyang ini juga mengungkap berbagai cara menghambat pembelian senjata. “Bahkan sudah deal saja gak dibayar oleh si pejabat,” tegasnya.
Hanya sayang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak mengurai siapa saja sosok yang selama menjadi antek AS di kabinet Indonesia. Namun, publik sebenarnya bisa menebak sosok-sosok yang dimaksud Deyang.
Deyang pun tak bisa membayangkan nasib rakyat Indonesia jika tiba-tiba AS mengirimkan rudalnya ke Indonesia, seperti di Iran belakangan ini. “Sementara jangankan kita punya anti rudal, lha pesawat tempur kita, kapal perang kita, dan persenjataan kita saja jauh dari Iran,” jelasnya.
Komisaris Pertamina ini kembali mengungkapkan jika sejak Orde Baru, Indonesia sudah dilarang untuk membeli peralatan perang oleh AS. Sampai ketika Prabowo Subianto menjadi Menhan pun sudah dipesan pun tidak dibayar.
“Prabowo saat menjadi Menhan sudah memesan beberapa pesawat tempur dan lain-lain, semua tidak dibayar oleh pejabat keuangan saat itu. Dan akhirnya kita zonk gak punya peralatan perang baru,” ujarnya.
Wartawan senior ini sangat ingat, ketika itu Prabowo Subianto dikritik habis-hahisan ketika menjadi Menhan. Saat itu Prabowo berencana membeli pesawat tempur serta peralatan perang lain.
“Bahkan seorang mantan presiden angkat bicara, memangnya kita mau perang. Kok mita belanja-belanja peralatan perang,” ungkap Deyang tanpa menyebut siapa nama mantan presiden dimaksud.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
Karenanya, Deyang menyebut jika cara-cara itu merupakan pelemahan yang berpuluh-puluh tahun dilakukan negara besar kepada TNI. Dengan melakukan pelemahan itu, maka persenjataan TNI juga sangat ketinggalan zaman.
