Pelemahan yang dilakukan AS itu, tambah perempuan asal Madiun ini, bukan hanya melalui pejabat yang duduk dalam kabinet. Pelemahan itu juga dilakukan oleh pengamat, oknum LSM dan aktivis.
Deyang pun menyebut, para penghambat rencana pembelian senjata itu sebagai penghianat. “Apakah kita bisa melawan rudal dengan bambu runcing,” tanya Deyang mengakhiri postingannya.
