Timur Tengah Memanas, Jamaah Umrah Cirebon Aman, Dede Muharam: Sejauh Ini Tak Ada Kendala

Jamaah Umrah Cirebon Aman
MASIH TERKENDALI: Situasi di Tanah Suci sejauh ini masih terkendali. Ada puluhan ribu jamaah umrah Indonesia, termasuk dari Cirebon, dipastikan dalam kondisi aman dan akan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal. Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan imbauan menunda keberangkatan umrah dalam waktu dekat ini sampai situasi Timur Tengah aman dan terkendali. Foto: Dokumen KEMENHAJ
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Puluhan ribu jamaah umrah Indonesia disebut-sebut terdampak peperangan antara zionis Israel-Amerika Serikat vs Iran.

Radar Cirebon pun melakukan update mengenai kondisi jamaah di Tanah Suci, termasuk jamaah asal Cirebon melalui Owner Salam Tour Haji dan Umrah sekaligus Ketua Dewan Pembina Pusat Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), H Dede Muharam Lc.

Dede Muharam mengatakan jamaah umrah asal Cirebon dan sekitarnya yang berada di Arab Saudi dipastikan dalam kondisi aman. Hingga saat ini belum ada penundaan maupun penghentian penerbangan rute langsung Saudi-Jakarta di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga:Mudik Aman, Kakorlantas: Butuh Kolaborasi Lintas SektorVina Gombang Diminta Bayar Rp500 Juta Supaya Dipulangkan dari China

Menurutnya, seluruh jamaah yang diberangkatkan melalui biro travelnya saat ini berada di Makkah dan tidak terdampak langsung situasi geopolitik yang berkembang. “Alhamdulillah masih baik di Makkah. Aman. Sejauh ini tidak ada kendala,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Minggu siang (1/3/2026).

Penegasan itu disampaikan menyusul maraknya pemberitaan terkait perang di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran keluarga jamaah di Tanah Air. Informasi yang beredar luas di media sosial dinilai memunculkan kecemasan, meskipun kondisi di lapangan tidak selalu sebanding dengan narasi yang berkembang.

Dede menjelaskan, koordinasi dengan jamaah terus dilakukan secara intensif. Setiap rombongan memiliki pembimbing dan ketua grup yang aktif berkomunikasi dengan manajemen di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga terus memantau perkembangan resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

Karena seluruh grup berada di Makkah, ia menyebut belum ada hambatan berarti dalam pelaksanaan ibadah.

Ia menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi yang valid. Baik pemerintah Indonesia maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi, kata dia, selalu mengimbau warga negara Indonesia agar mengikuti perkembangan dari kanal resmi. “Karena bisa jadi sumber-sumber yang tidak resmi itu hoaks,” tegasnya.

Dari sisi transportasi, Dede Muharam menyebut faktor penerbangan menjadi variabel penting dalam situasi seperti saat ini. Salam Tour menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari Saudi menuju Jakarta dan sebaliknya, tanpa transit di negara lain. Hal ini dinilai meminimalkan potensi gangguan. “Yang bermasalah itu yang transit Dubai, Qatar,” jelasnya.

0 Komentar