Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM Aman

panic buying bbm
Panic buying BBM terjadi di Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Jawa Timur. Padahal, tidak ada kelangkaan stok BBM. Foto: Pertamina - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Masyarakat tak perlu melakukan aksi panic buying BBM seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Bangka Belitung dan Jawa Timur. Padahal, tidak ada kelangkaan stok BBM.

Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21 – 23 hari. Bahkan, pada produk tertentu memiliki cadangan hingga 35 hari.

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.

Baca Juga:Menlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidupPemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas karena Serangan Udara Amerika – Israel

Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum.

“Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” jelas Baron.

Momen Idul Fitri – Ramadan

PT Pertamina (Persero) menjaga pasokan energi nasional, terutama momen Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan berbagai langkah penguatan (build-up) pasokan energi seperti BBM dan LPG.

Monitoring pasokan ini dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi Pertamina untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu.

Baron menjelaskan, pemanfaatan teknologi tinggi menjadi salah satu cara Pertamina dalam mengawasi pengelolaan energi secara real time.

Pertamina Digital Hub sudah terkoneksi dengan seluruh bisnis Pertamina, sehingga semua aktivitas maupun proses bisnis terpantau dengan jelas.

Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” jelas Baron.

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.

Sementara itu, pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang Pertamina.

0 Komentar