Warga Griya Caraka Desa Kalikoa Donor Darah di Masjid Usai Tarawih, Semangat Berbagi Terjaga hingga Dini Hari

Warga Griya Caraka Desa Kalikoa Donor Darah di Masjid Setelah Sholat Tarawih
Warga Griya Caraka Desa Kalikoa donor darah di Masjid Ukhwatul Ummah setelah Sholat Tarawih, Jumat (6/3)
0 Komentar

CIREBON – Suasana masjid di Griya Caraka, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Jumat (6/3/2026) malam itu tak hanya syahdu oleh lantunan tadarus usai sholat Tarawih. Lebih dari itu, masjid tersebut menjadi saksi bisu geliat sosial yang menghangatkan hati. Puluhan warga dengan sabar mengantre, bukan untuk menanti hidangan takjil, melainkan untuk mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Komunitas Kampung Donor Griya Caraka Kalikoa.

Ibadah dan aksi kemanusiaan berpadu apik di malam ke-17 Ramadan 1447 Hijriah tersebut. Kegiatan yang telah memasuki edisi ke-16 ini menjadi agenda rutin yang selalu dinanti, terutama di bulan suci. Semangat untuk berbagi tak surut meski siang harinya harus berpuasa dan waktu sudah menunjukkan larut malam.

Antrean panjang terlihat masih mengular hingga Jumat malam berganti Sabtu dini hari. Warga dengan sabar menanti giliran, dengan bercengkrama serta ditemani sajian seadanya sebelum proses pengambilan darah dilakukan oleh tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:Stok Aman Jelang Lebaran, Gerakan Pangan Murah DigencarkanXLSMART Percepat Digitalisasi Registrasi SIM, Terapkan Verifikasi Biometrik Wajah dan eSIM

“Kegiatan dimulai usai Tarawih, dan baru bisa selesai sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Alhamdulillah, antusiasme warga luar biasa,” ujar Yadi Supriadi, Ketua Kampung Donor Griya Caraka, saat ditemui di sela-sela acara.

Didampingi Ketua RW 07, Totong Teddy, Yadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh partisipan. “Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak, ibu, dan adik-adik remaja yang sudah berpartisipasi. Ini semua untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga menjadi ladang ibadah kita semua di bulan suci Ramadhan,” tuturnya.

Yadi juga berpesan agar para pendonor senantiasa diberikan kesehatan dan terus menjaga tali silaturahmi. “Semoga keluarga besar kampung donor bisa terus berkembang, dengan banyaknya pendonor baru, dan semakin banyak darah yang bisa kita sumbangkan untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Dari data yang dihimpun, tercatat sebanyak 111 warga mendaftar sebagai peserta pendonor. Namun, akhirnya hanya 78 orang yang terdata sebagai partisipan. Dari jumlah tersebut, terkumpul sebanyak 74 kantong darah. “Ada 4 orang tidak memenuhi kriteria untuk donor, dan 33 lainnya diduga sudah pulang karena antrean yang panjang,” jelas Yadi.

0 Komentar