Ia menambahkan, tingginya antusiasme warga justru menjadi tantangan tersendiri. “Keterbatasan jumlah petugas medis dan kursi donor (bed) dari PMI yang hanya tersedia 8 unit, membuat waktu pelaksanaan menjadi molor hingga dini hari. Ini catatan evaluasi penting bagi kami ke depannya,” terangnya.
Meski demikian, semangat kebersamaan justru terpancar dari malam yang panjang itu. Penggunaan masjid sebagai lokasi donor memberikan nuansa spiritual yang mendalam, mengingatkan bahwa menolong sesama adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah di bulan penuh berkah.
Kegiatan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Yadi menyebutkan, kolaborasi antara PMI Kabupaten Cirebon, Pemerintah Desa Kalikoa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, DKM Masjid Ukhwatul Ummah serta dukungan dari keluarga besar Payung Suci dan Lion Biliar, turut menyukseskan acara tersebut.
Baca Juga:Stok Aman Jelang Lebaran, Gerakan Pangan Murah DigencarkanXLSMART Percepat Digitalisasi Registrasi SIM, Terapkan Verifikasi Biometrik Wajah dan eSIM
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kegiatan ini terus istiqomah, dan darah yang terkumpul bisa segera bermanfaat bagi mereka yang sedang membutuhkan transfusi,” pungkas Yadi.
