Ancam Produksi Padi, Gapoktan Cirebon Gencarkan Pengendalian Serempak Hama Tikus

hama tikus
TERPADU: Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Palimanan bersama gapoktan setempat melakukan pengendalian hama tikus secara serempak, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Serangan hama tikus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi momok serius bagi petani di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.

Selain menurunkan hasil panen, kondisi ini juga memaksa petani mengeluarkan biaya produksi lebih besar untuk memulihkan tanaman padi yang rusak.

Ketua Gapoktan Makmur Jaya Desa Tegal Karang, Rojai mengatakan, serangan tikus telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Baca Juga:UGJ Kirim Mahasiswa Ikuti KKN Internasional di MalaysiaDua Orang Tewas, Fasilitas Hangus, Pos Pengamanan PT Kristal di Nabire Diserang

“Pendapatan jelas berkurang karena sebagian padi dimakan tikus. Biaya produksi justru bertambah. Pemupukan yang biasanya dua sampai tiga kali, kini harus diulang di bagian tanaman yang rusak agar pertumbuhannya bisa menyamai tanaman lain,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan petani dalam situasi sulit. Pengeluaran meningkat, sementara hasil panen menurun akibat serangan hama yang terus berulang.

Berbagai upaya pengendalian sebenarnya telah dilakukan petani, mulai dari pengumpanan racun secara mandiri, penembakan, hingga pemasangan aliran listrik di area persawahan. Namun, populasi tikus dinilai masih tinggi dan sulit dikendalikan.

“Semua cara sudah ditempuh. Gropyokan sebelum masa tanam juga dilakukan. Tetapi saat tanaman sudah tumbuh, tikus masuk ke sawah dan sulit dikejar,” kata Rojai.

Dijelaskannya, keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada kekompakan petani dalam melaksanakannya secara serempak.

“Kalau tidak dilakukan bersama-sama, tikus hanya berpindah ke lahan lain. Jadi semua tahapan pengendalian harus dilakukan serempak,” jelasnya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Palimanan, Eeb menyebut, serangan hama tikus di wilayah Palimanan tergolong endemik di beberapa desa, diantaranya Pegagan, Cangkuang, Tegal Karang, dan Lungbenda.

Baca Juga:Ramadan, KBM Diarahkan untuk Penguatan SpiritualMasyarakat Cirebon Antusias Berbuka Puasa di Hotel 

Menurutnya, pemerintah bersama petani telah menggencarkan berbagai langkah pengendalian, seperti gerakan pengendalian (gerdal) melalui gropyokan, pengemposan sarang, hingga pengumpanan racun.

“Mudah-mudahan dengan upaya bersama ini populasi tikus dapat berkurang sehingga produksi padi kembali meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pengendalian juga dilakukan secara alami dengan membangun rumah burung hantu (rubuha) sebagai upaya mengembangkan predator alami tikus di area persawahan.

Namun di lapangan, masih ditemukan petani yang menggunakan aliran listrik untuk menekan populasi tikus karena dianggap cepat. Padahal, metode tersebut berbahaya dan dilarang.

0 Komentar