Percepat Pembangunan Sekolah Terdampak Bencana

sekolah rusak
PERBAIKI SEKOLAH: Kemendikdasmen gandeng TNI bangun sekolah rusak akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, targetkan Oktober 2026 tuntas. Foto: Ist
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pembangunan kembali ratusan sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana di wilayah Sumatera.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan proses pembangunan dapat selesai pada Oktober 2026 sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan setidaknya terdapat 267 sekolah yang harus dibangun kembali karena mengalami kerusakan berat atau harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga:Pesantren Al Hikmah Gelar Diklatsar BSMRAsyrof Ingatkan Pemprov Jabar Ancaman Desa Tanpa Petani

Sekolah-sekolah tersebut tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Fajar, kerusakan yang terjadi pada sejumlah sekolah tersebut disebabkan oleh berbagai bencana alam yang melanda daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi bangunan yang tidak lagi aman digunakan memaksa pemerintah untuk mengambil langkah pembangunan kembali sekaligus relokasi sekolah demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Untuk mempercepat proses pembangunan sekolah di daerah bencana yang masuk kategori rusak berat dan relokasi sekolah, jumlahnya ada 267 sekolah,” kata Fajar di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat sekitar 4.922 sekolah di wilayah tersebut yang terdampak bencana dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Meski demikian, seluruh sekolah tersebut telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar, meskipun sebagian masih memanfaatkan fasilitas sementara.

Fajar menuturkan, hingga saat ini masih terdapat puluhan sekolah yang menggunakan ruang belajar darurat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat proses pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak berat.

Baca Juga:Ganti Oli Harus Tepat Waktu dan SesuaiRutin Tera Ulang SPBU di Cirebon Selama Ramadan

“Yang menggunakan ruang kelas darurat sekitar 97 sekolah, sedangkan 22 sekolah lainnya masih menumpang di sekolah lain,” tuturnya.

Walaupun fasilitas belajar belum sepenuhnya pulih, pemerintah memastikan proses pendidikan tetap berjalan. Fajar menegaskan seluruh siswa di daerah terdampak bencana tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.

“Yang paling penting prinsipnya semua sudah mengikuti proses pembelajaran secara normal, 100 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen mengatakan TNI AD siap mendukung percepatan pembangunan kembali sekolah melalui keterlibatan jajaran komando daerah militer di wilayah terdampak.

0 Komentar