Baznas Majalengka Salurkan Rp400 Juta untuk 300 Sekolah Lewat Program SIGAP

Baznas Majalengka Salurkan Rp400 Juta untuk 300 Sekolah Lewat Program SIGAP
Baznas Majalengka Salurkan Rp400 Juta untuk 300 Sekolah Lewat Program SIGAP
0 Komentar

MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka menyalurkan dana zakat mal sekaligus mendistribusikan manfaat Program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) kepada ratusan lembaga pendidikan di wilayah setempat.

Kegiatan bertajuk “Berbagi Kebaikan, Menebar Keberkahan” ini digelar di Aula Islamic Center Majalengka pada Senin (9/3/2026). Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga simbol penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda melalui nilai-nilai kepedulian sosial.

Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi Ketua Baznas Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan sekolah. Momen ini menegaskan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Majalengka, institusi pendidikan, dan lembaga zakat dalam menumbuhkan empati sejak usia dini.

Baca Juga:Hadirkan Bundling Flagship, XLSMART dan Xiaomi Rambah Pasar Premium dengan Jaringan XL PRIORITASKarantina Bahasa Arab UIN Siber Cirebon dan Al-Bahjah Buyut Resmi Berakhir

Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menekankan bahwa Program SIGAP memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar aktivitas penggalangan dana.

“Program SIGAP ini bukan sekadar tentang angka atau bantuan. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari proses pendidikan moral bagi anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Orang nomor satu di Majalengka ini menjelaskan bahwa melalui program tersebut, para siswa diajak untuk belajar berbagi dengan cara yang sangat sederhana dan tanpa paksaan. Nominal sedekah tidak ditentukan, bisa Rp10, Rp5.000, atau bahkan tidak memberi sama sekali.

“Intinya bukan pada besar kecilnya nominal, tetapi bagaimana kita menanamkan nilai kepedulian kepada mereka sejak dini,” tegas Eman.

Ia juga meluruskan potensi kesalahpahaman di masyarakat terkait mekanisme pengumpulan infak di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa Baznas melakukan pungutan liar. Program ini justru merupakan bagian dari proses pendidikan yang melibatkan komitmen bersama para pemangku kepentingan di sekolah,” jelasnya.

Mekanisme Transparan, Dana Kembali ke Sekolah

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, memaparkan bahwa infak yang terkumpul dikelola oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing sekolah. Setelah dicatat secara transparan, dana tersebut tidak hanya dikembalikan kepada pihak sekolah, tetapi juga mendapatkan tambahan dari Baznas sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan sosial serta pendidikan karakter.

0 Komentar