Pada tahun ini, total dana yang disalurkan mencapai Rp400 juta dan menyasar sekitar 300 sekolah di berbagai penjuru Majalengka. Besaran bantuan yang diterima setiap institusi pendidikan bervariasi, tergantung pada jumlah infak yang berhasil dihimpun oleh UPZ masing-masing. Bantuan diberikan dalam bentuk dana tunai yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial di sekolah.
Meskipun penyaluran bertepatan dengan bulan Ramadan dan mendekati Idul Fitri, Agus Asri memastikan bahwa program ini bukanlah kegiatan musiman.
“Kebetulan saja momennya mendekati Lebaran, padahal program ini sudah berjalan sejak satu tahun terakhir, tepatnya diluncurkan pada Agustus tahun lalu. Baru tahun ini kita mulai mendistribusikan manfaatnya secara lebih luas,” ungkapnya.
Baca Juga:Hadirkan Bundling Flagship, XLSMART dan Xiaomi Rambah Pasar Premium dengan Jaringan XL PRIORITASKarantina Bahasa Arab UIN Siber Cirebon dan Al-Bahjah Buyut Resmi Berakhir
Bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka, Program SIGAP menjadi instrumen penting dalam mewujudkan salah satu misi pembangunan daerah, yaitu memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Bupati Eman Suherman mengapresiasi kinerja Baznas yang dinilai berhasil mengimplementasikan visi besar pemerintah daerah, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius dan saling peduli atau yang dikenal dengan istilah “Langkung SAE”.
“Ini merupakan salah satu contoh Baznas yang mampu menjabarkan misi besar kami,” pujinya.
Ia berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau seluruh kecamatan di Majalengka. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari nilai ekonomi yang terkumpul, melainkan juga dari dampak moral yang tertanam pada generasi muda.
“Jangan dilihat dari sisi ekonomi semata, tetapi lihatlah dari sisi agama dan pendidikan. Ini tentang bagaimana kita mencetak generasi anak yang saleh dan salehah, religius, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkas Eman. (ono)
