RADARCIREBON.ID – Peristiwa longsor tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan duka sekaligus kekhawatiran. Pasalnya, sejumlah orang diduga masih tertimbun material sampah.
Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan pencarian dan evakuasi korban di lokasi kejadian yang dipenuhi timbunan sampah dengan kondisi medan yang berbahaya.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Ahmad Rizkiansyah, mengatakan bahwa proses pencarian masih berlangsung sejak insiden terjadi.
Baca Juga:Ancam Produksi Padi, Gapoktan Cirebon Gencarkan Pengendalian Serempak Hama TikusPercepat Pembangunan Sekolah Terdampak Bencana
Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 10 orang yang diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, tim penyelamat telah berhasil menemukan enam orang korban.
“Untuk korban diduga, ini baru dugaan, itu kurang lebih ada 10 orang. Untuk sementara, enam orang sudah ditemukan, empat dalam kondisi meninggal dunia dan dua dalam kondisi selamat,” ujar Rizkiansyah saat memberikan keterangan di Bekasi, kemarin.
Ia menambahkan, tim SAR gabungan akan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban lain yang kemungkinan masih tertimbun di bawah tumpukan sampah. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi lokasi yang tidak stabil dan berisiko tinggi bagi para petugas.
Menurut Rizkiansyah, pihaknya juga membagi personel untuk beberapa tugas berbeda guna memastikan operasi berjalan aman dan terkoordinasi. Beberapa petugas ditugaskan melakukan pengawasan area serta menempatkan petugas khusus keselamatan atau safety officer untuk memantau potensi bahaya selama proses pencarian berlangsung.
Proses evakuasi sendiri menghadapi berbagai kendala di lapangan. Selain volume sampah yang mencapai ribuan bahkan puluhan ribu ton, kondisi di dalam tumpukan sampah juga menghasilkan gas yang berpotensi membahayakan keselamatan tim penyelamat.
“Ini sangat-sangat berbahaya sekali,” kata Rizkiansyah.
Untuk membantu proses identifikasi korban, tim SAR gabungan juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya setelah kejadian tersebut. Warga dapat melaporkan kehilangan guna memudahkan proses pendataan dan pencocokan identitas korban.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Zona 4A di TPST Bantar Gebang setelah terjadinya longsor gunungan sampah tersebut. Penutupan dilakukan guna memaksimalkan penanganan dampak kejadian sekaligus memastikan keselamatan petugas yang bekerja di lokasi.
