U-Turn dari Tengahtani sampai Mundu Bakal Ditutup, Dilakukan saat Arus Mudik

U-Turn dari Tengahtani sampai Mundu Ditutup
SIAP DISEBAR: KBO Sat Lantas Polres Cirebon Kota Ipda Johan mengecek sarpras yang akan disebar di jalur pantura mulai dari Tengahtani hingga Mundu. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2026, sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk pengamanan mudik telah disiapkan oleh Sat Lantas Polres Cirebon Kota (Ciko).

Jumlahnya ratusan, di mana sebagian akan digunakan untuk menutup u-turn atau titik putaran kendaraan dari mulai Tengahtani sampai Mundu.

Kapolres Ciko AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Lantas AKP Ridwan Shandi Maulana yang disampaikan KBO Lantas Ipda Johan mengatakan sarana dan prasarana yang telah disiapkan itu seperti traffic cone 530 unit, trailing 210 unit, water barrier 170 unit, dan rambu portable 15 unit.

Baca Juga:Dukungan Sistem Digital Terintegrasi untuk Pemindahan ASN ke IKNVina, Korban Pengantin Pesanan Telah Kembali ke Cirebon, Kini Jalani Pemulihan di Rumah Aman Pemprov Jabar

“Semua akan disebar ke seluruh titik di wilayah hukum Polres Ciko. Terutama yang paling banyak di by pass yang akan dilintasi oleh para pemudik,” kata Johan kepada Radar Cirebon, kemarin.

Ia mengatakan seluruh u-turn di jalur by pass dari Tengahtani sampai Mundu akan ditutup. Kecuali pada titik lampu merah Pemuda, Karanggraksan, dan lampu merah Perumnas. “Sedikitny ada 50 u-turn di wilayah hukum Polres Ciko dan itu akan ditutup. Kecuali, lampu merah yang disebutkan tadi, itu akan dibuka,” jelas Johan.

Adapun rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan, sambung Johan, dimulai dari tempat kuliner empal gentong Haji Apud. Di titik tersebut, pihaknya akan melaksanakan sterilisasi parkir kendaraan di bahu jalan agar bersih sehingga kendaraan yang melintas tak terhambat.

Kemudian di Bunderan Kedawung, akan diberlakukan secara tentatif. Jika volume kendaraan yang melintas meningkat secara signifikan, pihaknya akan rekayasa lalu lintas. “Rekayasa lalin Bunderan Kedawung jika terjadi peningkatan volume kendaraan,” katanya kepada Radar Cirebon.

“Sementara yang dari Terusan Pemuda, jika ingin masuk ke kota, belok kiri nanti masuk ke putaran Kedawung. Nah dari Pemuda belok kiri untuk putar balik ke Karanggraksan. Itu tentatif ya, kalau dianggap perlu,” sambungnya.

Rekayasa selanjutnya di lampu merah atau perempatan Karanggraksan. Jika terjadi kepadatan, maka kendaraan dari RS Ciremai dibelokan ke kiri untuk putar arah di Terminal Harjamukti, sementara jika dari Kuningan ingin masuk kotak dibelokan ke kiri dan masuk ke Pemuda.

0 Komentar