19 Posko Kesehatan Disiagakan di Jalur Mudik, Libatkan 1.202 Tenaga Medis dari Dinkes

mudik Lebaran 2026
SUDAH DIPETAKAN: Administrator Kesehatan Dinkes Kabupaten Cirebon, Tutiatun SKM menjelaskan seluruh persiapan pelayanan kesehatan untuk arus mudik Lebaran 2026 telah dipetakan secara rinci. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menyiapkan 19 posko kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Posko tersebut tersebar di berbagai jalur strategis yang dilalui pemudik dan akan beroperasi mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Diding Sarifudin melalui Administrator Kesehatan Dinkes Kabupaten Cirebon, Tutiatun SKM menjelaskan, posko kesehatan ditempatkan di jalur tol, jalur utama (pantura), serta jalur alternatif guna memberikan pelayanan kesehatan cepat bagi para pemudik yang membutuhkan.

Baca Juga:Konflik Iran-AS Berimbas ke Energi Dalam Negeri60 Lampu PJU di Kota Cirebon Rusak, Percepat Perbaikan Jelang Arus Mudik Lebaran 2026

Menurut Tuti, dari total 19 posko tersebut, lima posko berada di jalur tol, yaitu di pintu Tol Palimanan serta rest area KM 207, KM 208, KM 228, dan KM 229.

Selain itu, terdapat 10 posko di jalur utama, di antaranya di Bunder Rawagatel, Jungjang, Palimanan, Ramayana Kedawung, Celancang, Exit Tol Ciperna, Exit Tol Kanci, Pasar Gebang hingga wilayah perbatasan Losari.

“Sementara empat posko lainnya disiapkan di jalur alternatif, yaitu di wilayah Dukupuntang, Montoya, Lemahabang (pertigaan Cipeujeuh), serta Terminal Ciledug,” ujar Tuti kepada Radar Cirebon.

Dalam pelayanan arus mudik tahun ini, Dinkes juga melibatkan sebanyak 1.202 sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari 188 dokter, 928 perawat, 86 pengemudi ambulans, serta tenaga kesehatan lainnya.

“Setiap posko dijaga tenaga kesehatan dan driver ambulans. Ambulans juga disiagakan di masing-masing lokasi,” jelasnya.

Selain posko kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon juga disiagakan untuk mendukung penanganan darurat selama arus mudik. Tercatat terdapat 14 rumah sakit yang terdiri dari tiga rumah sakit pemerintah dan 11 rumah sakit swasta, serta 60 puskesmas, termasuk 11 puskesmas rawat inap yang siap menerima pasien jika diperlukan.

“Tiga RSUD tersebut yakni RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled. Sementara RS Paru Sidawangi merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, berbatasan dengan Kabupaten Kuningan,” paparnya.

Baca Juga:Bongkar Sindikat Dokumen Kendaraan Palsu, Polisi Sita 20 Ribu STNK-BPKB Palsu dan 20 Mobil BodongTanamkan Nilai-nilai Pramuka, Siswa-siswi MTsN 2 Cirebon Tebar Takjil

Petugas kesehatan yang bertugas di posko mudik akan bekerja dalam tiga sistem shift, yaitu pukul 07.00–14.00, pukul 14.00–21.00, dan pukul 21.00–07.00.

Ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta Polresta Cirebon.

0 Komentar