RADARCIREBON.ID – Pemerintah terus mengkaji pengembangan jalur kereta cepat yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa.
Jika proyek tersebut terealisasi, waktu tempuh perjalanan antara kedua kota diperkirakan hanya sekitar tiga jam.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam akan memberikan manfaat besar pada jalur dengan jarak yang lebih panjang.
Baca Juga:Indosat Pastikan Jaringan Andal Selama Ramadan dan Idul FitriWajah Baru Pelabuhan Cirebon, Tingkatkan Pelayanan dan Tata Kelola Kawasan
Menurutnya, pada lintasan yang relatif pendek, kereta cepat belum sempat mencapai kecepatan maksimal karena harus segera melambat untuk berhenti di stasiun berikutnya.
Kondisi tersebut membuat potensi kecepatan tinggi belum sepenuhnya dirasakan oleh penumpang.
“Jika jaraknya sekitar 600 hingga 800 kilometer dengan kecepatan 350 kilometer per jam, manfaatnya akan jauh lebih terasa dibandingkan lintasan yang lebih pendek,” ujar AHY di Kantor Staf Kepresidenan.
Ia menilai rencana perpanjangan jalur kereta cepat dari Jakarta menuju Surabaya dapat menjadi terobosan besar dalam pembangunan transportasi nasional.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga berpotensi mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah yang dilalui jalur kereta cepat.
Menurut AHY, keberadaan jaringan kereta cepat dapat memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor pembangunan tersebut.
Infrastruktur transportasi yang cepat dan efisien dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong investasi di berbagai sektor.
Baca Juga:Beli Mobil Dapat Hadiah UmrahDugaan Kekerasan Seksual, Mantan Pelatih Pelatnas Dilaporkan
“Ini bisa mengubah peta pembangunan sekaligus menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur tersebut,” kata AHY.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa rencana pengembangan jalur kereta cepat menuju Surabaya tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa.
Saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB.
AHY menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan pembiayaan, termasuk utang proyek tersebut, menjadi langkah penting sebelum pemerintah melangkah lebih jauh dalam menyusun peta jalan pengembangan jaringan kereta cepat nasional.
Ia menambahkan, setelah persoalan KCJB terselesaikan, pemerintah akan menyusun perencanaan yang lebih matang untuk memperluas jaringan kereta cepat hingga Surabaya.
