RADARCIREBON.ID -Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Senin (2/3) lalu.
Ia berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat pesisir sekaligus mempermudah akses permodalan usaha.
Pria yang akrab disapa Jigus itu menilai, sosialisasi literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat pesisir. Sebab, mayoritas warga Desa Gebang Mekar menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan.
Baca Juga:Indosat Pastikan Jaringan Andal Selama Ramadan dan Idul FitriWajah Baru Pelabuhan Cirebon, Tingkatkan Pelayanan dan Tata Kelola Kawasan
“Kami berharap sosialisasi ini berdampak baik bagi warga, khususnya nelayan. Pemerintah daerah juga berharap pihak perbankan dapat memfasilitasi kebutuhan permodalan melalui program KUR,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya mendorong akses pembiayaan bagi nelayan.
Pemkab Cirebon juga akan memberikan pendampingan serta pembinaan agar pemanfaatan fasilitas pembiayaan berjalan optimal.
“Ke depan akan ada pendampingan bagi nelayan yang sudah mendapatkan fasilitas KUR, agar pemanfaatannya tepat sasaran dan benar-benar membantu usaha mereka,” kata Agus.
Kegiatan edukasi tersebut digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dihadiri anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika.
Ratusan nelayan setempat tampak antusias mengikuti forum tersebut. Mereka juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama terkait kesulitan akses permodalan usaha.
Kardaya menyebut, persoalan modal menjadi salah satu keluhan utama nelayan. Ia menegaskan agar akses pinjaman tidak mempersulit masyarakat kecil yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Modal ini jangan sampai kesannya mempersulit nelayan. Prosesnya harus cepat agar mereka tidak lari ke pinjaman online maupun rentenir,” ujarnya.
Baca Juga:Beli Mobil Dapat Hadiah UmrahDugaan Kekerasan Seksual, Mantan Pelatih Pelatnas Dilaporkan
Dijelaskannya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan program pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang disubsidi hingga 50 persen.
Jika bunga pinjaman sebesar 6 persen, maka separuhnya ditanggung pemerintah sehingga nasabah hanya membayar sekitar 3 persen.
“Kita minta pihak bank tidak mempersulit nelayan atau warga yang mengajukan KUR. Kenapa banyak masyarakat terjerat pinjol? Karena responsnya cepat. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.
Sebagai anggota DPR RI, Kardaya menegaskan, pihaknya memiliki fungsi pengawasan sekaligus sosialisasi agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya nelayan.
