Polri Buka Aduan Oknum Ormas Minta THR

ormas minta THR
SILAKAN LAPOR: Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir meminta warga tidak ragu melapor melalui layanan darurat 110 apabila ada oknum ormas meminta THR atau sumbangan secara memaksa. Foto: Rafi Adhi/disway
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Menjelang Idulfitri, Polri membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa terganggu oleh permintaan THR atau sumbangan dari oknum organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kepolisian meminta warga tidak ragu melapor melalui layanan darurat 110 apabila permintaan tersebut dilakukan secara memaksa, menekan, atau menimbulkan keresahan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, pada dasarnya pemberian bantuan atau sumbangan merupakan bentuk sukarela.

Baca Juga:Indosat Pastikan Jaringan Andal Selama Ramadan dan Idul FitriWajah Baru Pelabuhan Cirebon, Tingkatkan Pelayanan dan Tata Kelola Kawasan

Namun, apabila praktik di lapangan berubah menjadi tindakan yang meresahkan masyarakat, kepolisian siap menindaklanjutinya berdasarkan laporan yang masuk.

“Nanti silakan hotline 110 dihubungi dan disampaikan. Secara prinsip itu bagian dari kemurahan hati kalau ada yang mau membantu. Tapi kalau kemudian merasa terganggu, silakan laporkan melalui layanan 110,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

Menurut Johnny, Polri akan lebih dulu mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan persuasif terhadap pihak-pihak yang melakukan permintaan sumbangan tersebut. Aparat akan memberikan imbauan agar kegiatan semacam itu tidak dilakukan bila berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa opsi penegakan hukum tetap terbuka apabila praktik tersebut berlangsung secara terstruktur dan menimbulkan keresahan yang serius. Langkah hukum, kata dia, akan menjadi pilihan terakhir.

Selain menyoroti persoalan ketertiban masyarakat menjelang Lebaran, Johnny juga menyampaikan bahwa Polri terus memantau kesiapan jalur mudik di wilayah Sumatra, terutama di sejumlah daerah yang sebelumnya terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menyebut jalur-jalur utama pada prinsipnya masih dapat difungsikan, meskipun beberapa titik masih dalam tahap pemulihan.

Polri mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap berhati-hati, menjaga konsentrasi selama berkendara, dan memastikan kondisi fisik tetap prima. Langkah itu dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan selama arus mudik berlangsung.

Di sisi lain, menjelang perayaan Idulfitri, Polri juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme.

Atas arahan Kapolri, Densus 88 Antiteror Polri diminta memperkuat pemetaan situasi serta menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Upaya yang dilakukan mencakup penguatan fungsi intelijen hingga tindakan preventif apabila ditemukan indikasi ancaman keamanan.

0 Komentar