RADARCIREBON.ID- Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Kecamatan Gunungjati dan Suranenggala, Rabu sore menjelang berbuka puasa, (11/3/2026). Rumah warga dan bangunan sekolah rusak. Hingga kemarin, sebagian warga masih mengungsi ke rumah kerabat.
Selain merusak rumah dan bangunan sekolah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon serta merobohkan beberapa lampu penerangan jalan umum (PJU).
Kuwu Muara, Kecamatan Gunungjati, Latipa SH, mengatakan kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah yang terlepas akibat terjangan angin kencang tersebut.
Baca Juga:Polda Jabar Siapkan Layanan Khusus Kendala Transaksi PerbankanWalikota Patuhi Putusan Hakim, Sebut Renovasi Gedung Setda Masih Tahap Perencanaan
“Dari data sementara, ada sekitar 110 rumah di Desa Muara yang terdampak. Kerusakannya ada yang ringan, sedang, sampai berat,” ujar Latipa kepada Radar Cirebon, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, setelah diterjang angin puting beliung, warga mulai membersihkan puing-puing sekaligus memperbaiki rumahnya secara mandiri. Namun, banyaknya titik kerusakan, membuat warga merasa kewalahan.
Ia menambahkan, sebagian warga sempat mengungsi ke rumah keluarga terdekat karena kondisi rumahnya rusak. Hingga kemarin pihaknya belum mendirikan posko pengungsian karena warga memilih menumpang sementara di rumah kerabat.
Akibat kerusakan atap rumah, banyak perabot rumah tangga seperti kasur dan bantal basah terkena air hujan. Warga pun menjemur barang-barang tersebut sambil membersihkan rumah masing-masing. “Ada warga yang belum bisa menempati rumahnya karena perabotannya basah kena hujan. Tapi mereka memilih mengungsi ke rumah saudara yang tidak jauh dari rumah mereka,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengatakan bencana angin kencang tersebut terjadi di Kecamatan Gunungjati dan Suranenggala. Dua desa di Gunungjati yang terdampak adalah Desa Muara dan Desa Mertasinga. “Dari pendataan sementara, ratusan rumah warga terdampak. Selain itu tiga sekolah juga mengalami kerusakan, yaitu SDN 1 Muara, SDN 2 Muara, dan SD PGRI Suranenggala,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda untuk penanganan pascabencana. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, meski kerugian material diperkirakan cukup besar. Saat ini petugas BPBD bersama aparat keamanan dan dinas terkait masih melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan lokasi terdampak.
