Wabup Syaefudin Minta Ketersediaan Pangan Jadi Prioritas Ramadan

Rakor HBKN
JAGA STABILITAS PANGAN: Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, saat mengikuti Rakor HBKN bersama TPID Provinsi Jawa Barat, belum lama ini. Foto: PEMKAB FOR RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, usai mengikuti Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara daring dari Indramayu Command Center (ICC).

Rakor yang diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat itu bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan saat Ramadan dan Idul Fitri.

Baca Juga:GPM Jadi Langkah Strategis Pemkab Indramayu Jaga Stabilitas Harga Pangan di PasarPeringatan Bulan K3 di Kilang Balongan, Ibu Rumah Tangga Unjuk Ketangkasan Padamkan Api

Dalam arahannya, Erwan menyampaikan bahwa periode Ramadan dan Idul Fitri selalu diiringi peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan dan kebutuhan pokok.

“Apalagi saat ini adanya program makan bergizi gratis turut meningkatkan permintaan komoditas pangan seiring beroperasinya beberapa SPPG di Jawa Barat,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, apabila tidak diantisipasi dengan baik berpotensi menimbulkan tekanan inflasi, baik dari sisi permintaan maupun pasokan dan distribusi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026, Provinsi Jawa Barat mencatat, deflasi sebesar 0,09 persen terjadi secara bulanan. Namun secara tahunan (year on year), inflasi Jawa Barat masih tercatat sebesar 3,24 persen.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin menegaskan, Pemkab Indramayu akan memperkuat langkah konkret pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan distributor.

“Kami akan memastikan stok aman, distribusi lancar, serta tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat. Stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjadi prioritas selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Syaefudin menambahkan, Pemkab Indramayu melalui TPID Kabupaten Indramayu akan terus melakukan pemantauan harga secara rutin. Serta memperkuat koordinasi dengan Bulog, Forkopimda, dan pelaku usaha guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Baca Juga:Infrastruktur Rusak di Indramayu Jasi Sorotan DPRD, Paparkan Hasil ResesPT New Hope Farm Indonesia Investasi Rp150 Miliar untuk Bangun 20 Kandang Closed House di Cihirup

“Melalui sinergi antarpemerintah daerah di Jawa Barat, kami optimistis stabilitas ekonomi selama momentum HBKN Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga,” katanya. (oni)

0 Komentar