Indramayu Produsen Ikan Terbanyak di Jawa Barat, Ini Kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu

Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu
PRODUSEN IKAN TERBANYAK: Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Edi Umaedi SP saat memberikan keterangan terkait produksi ikan di Indramayu, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kabupaten Indramayu memiliki potensi sektor perikanan yang besar. Terbukti, Kota Mangga ini menjadi daerah penyumbang hasil perikanan terbanyak di Jawa Barat.

“Produksi ikan Kabupaten Indramayu totalnya lebih dari 530.000 ton dalam setahun. Dengan produksi tersebut kontribusi ke Jawa Barat-nya 32,9 persen ikan tangkap dan budi daya. Secara keseluruhan, produksi perikanan budi daya masih mendominasi,” ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi SP.

Dijelaskannya, hasil produksi ikan juga dipengaruhi faktor iklim. Jika kondisi iklim kurang bagus, kata Edi, bisa menyebabkan losses.

Baca Juga:Tim Cikedung Menang Dramatis di Piala Bupati Indramayu U-18, H Rohadi: Ini Momentum PersatuanKepedulian Tokoh Indramayu H Rohadi, Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Tamansari

“Terjadinya bencana seperti tambak yang terkenan rob atau banjir hal itu bisa menyebabkan kerugian bagi para petambak,” ujarnya.

Edi berharap, hasil produksi tahun ini bisa meningkat, seriring dengan perbaikan infrastruktur yang menjadi kewenangan, pusat, provinsi dan daerah.

Lebih lanjut, dijelaskan Edi, di sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu juga memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan.

Hal Itu, lanjutnya, menjadi bagian dalam melindungi nelayan dan hasil produksi sektor perikanan di Kabupaten Indramayu.

“Ahamdulillah karena tidak semua daerah memiliki Perda ini, kita sudah punya dan diimplementasikan,” kata Edi.

Pada Perda tersebut, sambungnya, mengatur terkait perlindungan, antara lain dengan asuransi nelayan dan hal lainnya terkait sektor perikanan di Kabupaten Indramayu.

Selain itu, pihaknya memberikan informasi terkait daerah penangkapan ikan, iklim laut, disampaikan juga bersama dengan BMKG, BRIN, Direktorat Kelautan yang menangani, yang disinergikan dan dikolaborasikan agar datanya semakin lengkap untuk diinformasikan kepada para nelayan.

Baca Juga:DPP Golkar Rekomendaiskan Hj Nurhayati Jadi Ketua DPRD Indramayu, Singkirkan 4 Kandidat LainAtasi Serangan Hama Tikus, Poktan di Indramayu Pilih Bangun Rubuha

“Masih jadi pekerjaan rumah itu terkait pendangkalan muara yang lumayan parah, dan itu bukan menjadi kewenangan pemda, tetapi kewenangan provinsi dan pemerintah pusat. Meskipun seperti itu, pemda berupaya mengatasinya walaupun terbatas,” ujarnya.

Diungkapkan Edi, di Kabupaten Indramayu terdapat 14 muara sungai yang menjadi tempat bersandar kapal-kapal nelayan, yang perlu mendapat perhatian lebih berupa normalisasi secara rutin.

“Kita fokus pada muara yang ada TPI-nya, karena kita punya banyak muara, satu unit excavator tidak mampu melayani semuanya, misalnya 3-4 hari dikeruk pindah ke muara lainnya, setengah bulan itu sudah dangkal lagi,” terangnya.

0 Komentar