RADARCIREBON.ID – Senat Akademik Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi kandidat calon Rektor Unwir periode 2026–2030 di Aula Unwir, akhir pekan kemarin.
Tiga kandidat yang mengikuti UKK adalah, nomor urut satu Dr Hambali MPd, nomor urut dua Prof Dr Ipong Dekawati MPd, dan nomor urut tiga Dr Zaedi MAg.
Mereka memaparkan visi, misi, serta program kerja di hadapan Senat Akademik Unwir.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Apresiasi Kinerja Baznas Indramayu, Salurkan Bantuan Rp2,05 Miliar untuk MustahikWijaya Swimming Club Cirebon Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi Keluarga Besar Klub
Pantauan Radar Indramayu, UKK berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.30, dipimpin Ketua Senat Suharwanto ST MT didampingi Sekretaris Senat Dr Ida Yulianawati MPd, serta dihadiri 41 dari 42 anggota Senat Akademik yang memiliki hak menilai paparan visi, kapasitas kepemimpinan, dan program kerja masing-masing kandidat.
Dalam forum tersebut, Prof Ipong Dekawati memaparkan visi besar pengembangan Unwir sebagai perguruan tinggi unggul, kompetitif, berdampak, dan beridentitas lokal di tingkat nasional pada 2030. Visi ini sekaligus menjadi fondasi menuju proses penegerian institusi secara berkelanjutan.
Paparannya meyakinkan Senat Akademik dengan perolehan mayoritas suara, yakni 29 dari 41 hak suara (70,73 persen), serta meraih nilai rata-rata UKK tertinggi, 89,702, mengungguli dua kandidat lainnya.
Prof Ipong juga memaparkan sejumlah program strategis. Antara lain peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan publikasi ilmiah, peningkatan jumlah mahasiswa, serta perbaikan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan melalui tata kelola universitas yang lebih profesional.
Ia menyoroti tantangan yang saat ini dihadapi Unwir, seperti posisi klaster penelitian yang masih madya, akreditasi institusi berperingkat B, dan tren penurunan jumlah mahasiswa.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Prof Ipong menawarkan strategi percepatan peningkatan riset melalui penguatan jaringan hibah penelitian nasional, peningkatan kualitas dosen hingga tingkat doktor dan profesor, serta pengembangan pembelajaran inovatif, termasuk kelas jarak jauh berbasis teknologi.
“Universitas perlu bergerak adaptif menghadapi perubahan zaman dengan memperkuat kualitas akademik, inovasi riset, serta tata kelola yang profesional,” ujarnya.
Baca Juga:TC Timnas Pelajar U17 di Cirebon Resmi Diluncurkan, Persiapan Menuju Turnamen InternasionalUstad Sholihin Bahas Geopolitik Timur Tengah dalam Perspektif Islam di Bulan Ramadan
Ketua Senat Unwir, Suharwanto menjelaskan, sistem pemilihan rektor Unwir berdasarkan statuta terdiri dari dua tahap.
Yakni penilaian di tingkat Senat Unwir dan penilaian di tingkat Yayasan Wiralodra Indramayu. Nilai tertinggi dari Senat, seperti yang diraih Prof Ipong, akan digabungkan dengan nilai dari yayasan.
