RADARCIREBON.ID – Arus kendaraan pemudik yang melintas di wilayah Cirebon mulai terlihat meningkat.
Kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sudah banyak melintasi jalur arteri Kota Cirebon.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan dengan pelat nomor luar kota mendominasi by pass Brigjen Dharsono. Selain itu, sepeda motor dengan barang bawaan yang cukup banyak juga tampak mendominasi arus lalu lintas.
Baca Juga:Harga Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Menjelang Lebaran Merangkak Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 RibuVolume Kendaraan Mulai Naik, Pemerintah Berharap Pergerakan Pemudik Tak Menumpuk di Hari Tertentu
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB tercatat sebanyak 40.366 kendaraan melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 1.682 unit per jam.
Kepala Dishub Kota Cirebon melalui Kepala Bidang Keselamatan dan Teknik Sarana, Nafikin, mengatakan puncak pergerakan kendaraan terjadi pada pagi hari. Ia mengatakan rata-rata kendaraan paling banyak melintas pada pukul 05.00 sampai 08.00 WIB. “Pada waktu tersebut jumlahnya bisa mencapai sekitar 5.000 kendaraan per jam dengan didominasi sepeda motor dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, banyak pemudik memilih berangkat dari Jakarta pada malam hari menjelang sahur. Karena itu, gelombang kendaraan mulai memasuki wilayah Cirebon pada pagi hari. Memasuki siang hari, volume kendaraan yang melintas di wilayah Kota Cirebon kembali menurun. Rata-rata kendaraan yang melintas berkisar 3.000 unit per jam dan masih didominasi sepeda motor.
Dishub juga mencatat jumlah kendaraan yang melintas pada Minggu (15/3/2026) lebih rendah dibandingkan Sabtu (14/3/2026). Berdasarkan hasil traffic counting di Posko Dishub di Jalan Brigjen Dharsono, pada Sabtu (14/3) tercatat sebanyak 54.822 kendaraan melintas dengan rata-rata 2.284 kendaraan per jam.
Dari jumlah itu, sepeda motor mendominasi dengan total 42.171 unit. Disusul mobil pribadi sebanyak 8.414 unit, angkutan barang 3.532 unit, serta angkutan umum sebanyak 705 unit. Tingginya volume kendaraan tersebut menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menuju Jawa Tengah dan daerah sekitarnya melalui jalur Kota Cirebon.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, lonjakan kendaraan pada tahun ini tergolong cukup signifikan. “Pada H-7 Lebaran 2025 tercatat sekitar 29.200 kendaraan yang melintas. Sedangkan pada H-7 Lebaran 2026 meningkat menjadi 54.822 kendaraan. Artinya terjadi kenaikan sekitar 87,75 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” jelas Nafikin.
