RADARCIREBON.ID – Ada pertanyaan menarik soal hari raya Idul Fitri 2026. Akankah peristiwa 1 Syawal 2017 bisa terulang lagi pada tahun ini?
Seperti diketahui, pada tahun 2017 tim rukyatul hilal Kementerian Agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melihat hilal yang tingginya 3,12 derajat dan elongasi 4,83 derajat.
Kondisi yang sama juga bisa terjadi pada 1 Syawal 1447 Hijriah tahun ini. Kemungkinan saat pemantauan tinggi hilal di Aceh sudah 3.13 derajat dan elongasi 6,1 derajat.
Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini
Hal yang terjadi di Aceh, sangat memungkinkan bisa terlihat hilal. Karena hal tersebut tak jauh berbeda dengan yang terjadi sebelumnya di Kupang, NTT. Bahkan elongasi 4,83 derajat bisa melihat hilal.
Dengan demikian membuktikan ada kemungkinan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat tanggal 20 Maret 2026. Pemerintah bakal “memaksakan” waktu lebaran ormas Nahdlatul Ulama (NU) bisa bersamaan dengan Muhammadiyah.
Di akhir Ramadan, umat Islam di Indonesia selalu menunggu kepastian mengenai tanggal Hari Raya Idul Fitri. Termasuk di tahun 2026 ini.
Penentuan Lebaran menjadi hal penting karena berkaitan dengan banyak hal. Seperti kebutuhan masyarakat, jadwal mudik, libur sekolah, hingga momen berkumpul bersama keluarga.
Khusus di Indonesia, penetapan awal bulan Syawal tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak. Organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah memiliki metode masing-masing.
Bukan itu saja, lembaga ilmiah seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan analisis berbasis data astronomi.
NU menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit untuk menentukan awal bulan Hijriah. Berdasarkan data dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 sudah berada di atas ufuk.
Baca Juga:Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, Stok BBM AmanMenlu Iran Bantah Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Araghci: Seluruh pejabat tinggi masih hidup
Sementara Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal tanggal Idul Fitri melalui metode hisab atau perhitungan astronomi. Hal itu berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025 lalu.
Dalam maklumat tersebut diputuskan bahwa 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026. 
Metode yang digunakan adalah hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini tidak memerlukan pengamatan langsung, melainkan mengandalkan posisi geometris bulan. Penetapan ini juga merujuk pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal hasil musyawarah nasional organisasi tersebut.
