Bisa Ulangi 1 Syawal 2017, Idul Fitri 2026 antara NU dan Muhammadiyah 'Dipaksa' Lebaran Bareng

nu muhammadiyah lebaran bareng 2026
NU dan Muhammadiyah bisa Lebaran bareng di tahun 2026. Foto: Ilustrasi - radarcirebon.id
0 Komentar

Peneliti dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, juga menyampaikan prediksi terkait tanggal Idul Fitri 2026.Menurut hasil analisis astronomi, posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 saat waktu Magrib di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS.

Ada 2 kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang berlaku sejak 2021/2022. Awal bulan Hijriah dapat ditentukan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Posisi hilal yang belum memenuhi syarat tersebut, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Meski demikian, terdapat kemungkinan perbedaan penetapan jika menggunakan metode lain.

Baca Juga:Resmi Rilis Maret 2026 di Netflix, Live-Action One Piece Melanjutkan Arc Dari Musim SebelumnyaDestinasi Wisata Libur Lebaran di Majalengka, Simak Rekomendasi Berikut Ini

Berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), posisi bulan sebenarnya sudah memenuhi syarat penentuan awal bulan. Dalam kriteria KHGT, 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026.

Perbedaan ini menunjukkan jika metode penentuan kalender Hijriah dapat menghasilkan tanggal yang berbeda, tergantung pada kriteria yang digunakan.

Walaupun berbagai prediksi sudah disampaikan, tanggal resmi Hari Raya Idul Fitri 2026 di Indonesia tetap akan ditetapkan melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah agar penetapan Lebaran dapat dirayakan secara bersama-sama.

Berdasarkan SKB 3 Menteri sudah ditetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama serta Kalender Hijriah Indonesia 2026. pemerintah memperkirakan Idul Fitri 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

0 Komentar