Ia berharap semangat berbagi yang tumbuh selama bulan Ramadhan dapat terus dijaga, tidak hanya saat hari raya, tetapi menjadi bagian dari budaya dalam menjalankan usaha.
“Kesuksesan itu bukan hanya soal hasil, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Kalau usaha kita bisa membawa kebahagiaan, itu yang paling penting,” ujarnya.
Di tengah arus modernisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan. (bae)
